Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahwanur (Lazisnur) bersama De Kriuk — brand kuliner waralaba di bawah naungan PT Raja Rasa Kuliner yang berbasis di Kota Bogor — resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Muda Naik Kelas” (MNK) pada Ahad, 27 Juni 2026. Acara launching berlangsung meriah di Cafe Sukahati, Bogor, dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari kedua institusi serta puluhan peserta muda yang siap mengikuti program inkubasi bisnis ini.
Launching di Cafe Sukahati

Acara peluncuran berlangsung dalam suasana penuh semangat dan antusias. Hadir dalam kesempatan bersejarah ini, Bapak Hadhi Saptiono selaku Direktur Utama Lazisnur dan Bapak Yusuf Cahyono selaku Direktur Marketing Lazisnur, yang keduanya menyambut program ini dengan penuh optimisme sebagai langkah konkret distribusi zakat yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Lazisnur Bapak Hadhi Saptiono menegaskan bahwa program Muda Naik Kelas merupakan bentuk ikhtiar lembaga dalam mentransformasi zakat dari sekadar bantuan konsumtif menjadi investasi produktif jangka panjang bagi para mustahik.
Program Berbasis Dana Zakat PT Raja Rasa Kuliner
Program Muda Naik Kelas merupakan program pemberdayaan yang didanai dari dana Zakat PT Raja Rasa Kuliner — perusahaan yang menaungi brand De Kriuk. De Kriuk sendiri adalah brand kuliner fried chicken berbasis waralaba yang telah berdiri sejak tahun 2020 dan berkembang pesat dengan jaringan mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Kolaborasi antara lembaga zakat dan pelaku usaha seperti ini menjadi model sinergi yang patut dicontoh. PT Raja Rasa Kuliner membuktikan bahwa sebuah perusahaan tidak hanya bisa tumbuh secara bisnis, tetapi juga mampu berkontribusi pada pemberdayaan sosial melalui instrumen zakat.
Inkubasi Bisnis dan Pendampingan 6 Bulan
Program Muda Naik Kelas dirancang sebagai program inkubasi bisnis dengan pendampingan intensif selama 6 bulan. Para peserta yang merupakan mustahik muda — baik pelaku UMKM pemula maupun wirausahawan muda — akan mendapatkan serangkaian pembekalan komprehensif meliputi:
• Pelatihan mindset bisnis berbasis nilai-nilai Islam
• Praktik penyusunan Business Model Canvas (BMC)
• Pendampingan bisnis secara berkelanjutan selama 6 bulan
• Sosialisasi ekosistem usaha dan jaringan bisnis
Bootcamp perdana program ini dijadwalkan berlangsung di Cafe Sukahati dengan agenda satu hari penuh, mencakup sesi sosialisasi program, materi mindset bisnis Islami, hingga sesi presentasi Business Model Canvas oleh para peserta.
Harapan: Dari Mustahik Menjadi Muzaki
Tujuan mulia program ini sangat jelas: para mustahik yang saat ini menerima bantuan diharapkan kelak mampu berdiri sendiri secara ekonomi dan bertransformasi menjadi munfiq bahkan muzaki — dari yang tadinya menerima zakat, menjadi mereka yang bisa memberi dan menyalurkan zakat untuk sesama.
Inilah esensi sesungguhnya dari zakat produktif: memutus mata rantai kemiskinan, bukan sekadar mengurangi beban sesaat. Dengan bimbingan dari De Kriuk yang telah teruji dalam ekosistem bisnis waralaba kuliner, para peserta Muda Naik Kelas memiliki modal pengetahuan dan jejaring yang kuat untuk memulai dan mengembangkan usaha mereka.
Program Muda Naik Kelas menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga amil zakat dan pelaku usaha yang amanah dapat menghasilkan dampak sosial yang luar biasa. Lazisnur dan De Kriuk telah membuka halaman baru dalam perjalanan pemberdayaan mustahik di Indonesia — satu langkah kecil bagi dua institusi, namun satu lompatan besar bagi generasi muda yang ingin naik kelas.
