September 2025

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Lazisnur dan RA di Bojonggede

Bulan Rabiul Awal selalu menjadi bulan yang penuh dengan cahaya, karena di bulan inilah lahir manusia agung yang membawa rahmat bagi semesta alam, Nabi Muhammad SAW. Di seluruh penjuru dunia, kaum muslimin merayakan Maulid Nabi dengan berbagai cara: ada yang menggelar majelis ilmu, shalawat bersama, hingga aksi nyata dalam bentuk kepedulian sosial. Tahun ini, Lazisnur bersama beberapa RA (Raudhatul Athfal) dan KB (Kelompok Bermain) di wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor, mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan semarak. Kegiatan ini bukan hanya sekadar memperingati hari kelahiran Nabi, tetapi juga mengajak anak-anak, guru, dan orang tua untuk belajar tentang akhlak Rasulullah, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Palestina yang hingga hari ini masih menghadapi ujian berat. RA dan KB yang ikut serta antara lain: RA Ar Ridho KB Annur RA Al Istiqomah RA Hafiroh Awaliyah Dengan rangkaian acara berupa dongeng Islami, taujih (motivasi dan nasihat), hingga aksi penggalangan dana untuk Palestina, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter sejak dini sekaligus ladang amal jariyah. Dongeng Islami: Belajar Akhlak Rasulullah dari Kisah yang Menginspirasi Anak-anak adalah peniru ulung. Cara terbaik mengajarkan mereka tentang Rasulullah SAW bukan hanya melalui teks, tetapi lewat cerita yang hidup dan menyentuh hati. Dalam kegiatan Maulid kali ini, Lazisnur menghadirkan pendongeng Islami yang membawakan kisah-kisah sederhana tentang Nabi Muhammad SAW. Kisah yang diceritakan antara lain: Kisah Rasulullah yang selalu jujur (Al-Amin): sejak kecil Nabi dikenal sebagai orang yang terpercaya, sehingga menjadi teladan bagi anak-anak agar selalu berkata jujur. Kisah kasih sayang Rasulullah kepada anak-anak: bagaimana Nabi selalu menyapa, menggendong, bahkan bercanda dengan anak kecil, menumbuhkan rasa cinta anak-anak kepada beliau. Kisah Rasulullah yang suka menolong sesama: meski sederhana, beliau selalu membantu orang miskin dan peduli pada tetangga. Dengan gaya bahasa yang penuh ekspresi, dongeng ini membuat anak-anak terhanyut dan mudah memahami nilai akhlak mulia yang bisa mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbagi, jujur, sopan, dan menyayangi teman. Taujih: Meneladani Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari Selain dongeng untuk anak-anak, kegiatan ini juga diisi dengan taujih atau nasihat Islami yang ditujukan kepada guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Pesan utama taujih adalah bagaimana kita sebagai umat Islam meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”(HR. Ahmad) Beberapa poin penting dalam taujih antara lain: Menumbuhkan cinta kepada Rasulullah dengan memperbanyak shalawat dan meneladani sikap beliau. Mendidik anak dengan cinta seperti Rasulullah yang sangat lembut terhadap keluarga dan anak kecil. Menanamkan kepedulian sosial karena Rasulullah tidak pernah membiarkan tetangganya lapar, apalagi membiarkan saudara seiman tertindas. Menyikapi kondisi Palestina sebagai ujian bagi umat Islam untuk bersatu dan menunjukkan solidaritas nyata. Taujih ini menjadi pengingat bahwa memperingati Maulid Nabi tidak hanya sekadar seremonial, tetapi harus berdampak pada perubahan sikap kita sehari-hari. Aksi Kepedulian: Penggalangan Dana untuk Palestina Puncak kegiatan Maulid Nabi kali ini adalah aksi penggalangan dana untuk Palestina. Setelah anak-anak mendengar dongeng dan orang tua mendapatkan taujih, panitia mengajak semua peserta untuk ikut serta dalam amal shalih dengan menyisihkan sebagian rezekinya. Kenapa Palestina? Karena Palestina adalah tanah suci ketiga umat Islam, tempat berdirinya Masjid Al-Aqsa. Karena Rasulullah SAW pernah melaksanakan Isra’ Mi’raj dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Karena hingga hari ini, rakyat Palestina masih menghadapi penindasan, kehilangan rumah, dan terbatasnya akses makanan serta kesehatan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan…”(QS. Al-Anfal: 72) Melalui ayat ini, kita diingatkan bahwa kepedulian terhadap Palestina adalah wujud nyata iman kita. Alhamdulillah, partisipasi orang tua murid, guru, dan masyarakat dalam penggalangan dana ini sangat luar biasa. Hasil donasi akan disalurkan melalui Lazisnur untuk diteruskan kepada rakyat Palestina dalam bentuk bantuan kemanusiaan. Suasana Penuh Kebahagiaan dan Haru Kegiatan Maulid ini berlangsung penuh kehangatan. Anak-anak tampak antusias mengikuti dongeng, bahkan ada yang menirukan kisah dengan polosnya. Para guru dan orang tua terharu mendengar nasihat tentang cinta Rasulullah dan kepedulian terhadap Palestina. Suasana semakin syahdu ketika seluruh peserta bersama-sama bershalawat, memuji Nabi Muhammad SAW, sambil mendoakan keselamatan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Inilah bukti bahwa semangat Maulid Nabi mampu menggerakkan hati, menyatukan cinta kepada Rasulullah sekaligus menyalurkan kepedulian terhadap umat Islam lainnya. Maulid Nabi sebagai Momentum Pendidikan Karakter Kegiatan ini memberikan pelajaran penting bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga momentum membentuk karakter generasi muda. Anak-anak belajar akhlak Nabi melalui cerita.Guru dan orang tua belajar dari taujih untuk lebih sabar dan penuh kasih sayang.Masyarakat belajar untuk menyalurkan cinta Nabi melalui aksi sosial dan kepedulian terhadap Palestina. Rasulullah bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.”(HR. Muslim) Hadis ini sejalan dengan semangat Maulid kali ini: membentuk rasa satu tubuh umat Islam, termasuk dengan Palestina. Penutup: Meneladani Rasulullah, Peduli Sesama Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Lazisnur bersama RA Ar Ridho, KB Annur, RA Al Istiqomah, dan RA Hafiroh Awaliyah di Bojonggede bukan hanya sekadar acara rutin tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi, dakwah, sekaligus aksi nyata kepedulian. Dari dongeng, anak-anak belajar tentang kasih sayang dan kejujuran Rasulullah.Dari taujih, orang tua dan guru diingatkan untuk meneladani akhlak beliau dalam keluarga.Dari penggalangan dana Palestina, kita semua belajar bahwa cinta Rasulullah harus diwujudkan dengan kepedulian kepada umat Islam di seluruh dunia. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah, memperkuat iman, dan menumbuhkan generasi yang mencintai Rasulullah SAW serta peduli terhadap sesama. Dan semoga Allah SWT segera memberikan kemenangan dan kemerdekaan bagi Palestina, serta mengumpulkan kita semua kelak bersama Rasulullah di surga-Nya. Wallahu a’lam.

Peringatan Maulid Nabi dan Kepedulian Terhadap Palestina: Refleksi, Inspirasi, dan Aksi

Setiap tahun umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada bulan Rabi’ul Awwal, sebagai bentuk syukur atas kelahiran sosok yang membawa rahmat bagi alam semesta. Peringatan Maulid bukan hanya soal ketepatan tanggal atau tradisi, tetapi kesempatan untuk merenungkan nilai-nilai Nabi: kasih sayang, keadilan, kepedulian, dan pengorbanan. Di sisi lain, dunia saat ini menyaksikan penderitaan yang dialami saudara-saudara kita di Palestina: konflik berkepanjangan, kerusakan infrastruktur, krisis kemanusiaan dan pengungsi, serta kelaparan. Peringatan Maulid menjadi momentum untuk mengaitkan kecintaan kita kepada Nabi dengan kepedulian nyata terhadap mereka yang tertindas. Artikel ini mengajak kita bersama melihat keterkaitan antara semangat Maulid Nabi dan urgensi kepedulian terhadap Palestina, dilengkapi dengan dalil Qur’an dan Hadis, data kondisi Palestina saat ini, dan dorongan untuk melakukan aksi nyata. Bagian 1: Makna Maulid Nabi 1.1 Apa itu Maulid Nabi? Secara bahasa, mawlid (atau maulid) berarti hari kelahiran. Secara istilah, Maulid Nabi adalah peringatan atau pengingat atas lahirnya Nabi Muhammad SAW, serta kesempatan untuk mengenang kehidupan beliau, akhlak, perjuangan, dan ajarannya. 1.2 Hikmah Maulid Dari perayaan Maulid, umat Islam diharapkan untuk: Memupuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, agar kita mengikuti sunnah dan akhlak beliau. Menjadikan Maulid sebagai momen refleksi atas nilai-nilai universal: keadilan, kasih sayang, pengorbanan, persaudaraan. Menguatkan solidaritas antar umat Islam dan antar manusia pada umumnya. Karena Nabi SAW mengajarkan bahwa umatnya harus saling menolong, tidak hanya dalam keadaan senang tetapi juga di kala susah. (Inilah salah satu inti dari pengamalan Maulid, bukan sekadar seremonial) 1.3 Dalil yang Mendukung Dari Al-Qur’an, Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kaum kerabat, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan…” (QS An-Nahl: 90) “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa…” (QS An-Nisa’: 135) Dari Hadis: “Allah di dalam pertolongan seorang hamba selama hamba itu berada dalam pertolongan saudaranya.” (HR Muslim) “Siapa yang menolong saudaranya ketika ia sedang dalam kesulitan, maka Allah akan menolongnya ketika ia sedang dalam kesulitan…” (HR Bukhari & Muslim) Hadis tentang membantu orang dizalimi: “Hendaklah seorang membantu saudaranya, baik yang berbuat zalim maupun yang dizalimi…” (HR Muslim) Baca Juga : Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW Cahaya dari Makkah yang Mengubah Dunia Bagian 2: Kondisi Palestina Saat Ini – Data dan Fakta Sebelum kita membahas bagaimana Maulid Nabi bisa memberikan inspirasi bagi kepedulian terhadap Palestina, penting mengetahui realitas yang sedang terjadi. 2.1 Statistik dan Fakta Kunci Korban jiwa dan krisis kemanusiaan: Sejak perang, dan genosida yang di lakikan israel terhadap rakyat palestina terakhir dimulai Oktober 2023 sampai agustus 2025 , diperkirakan lebih daru 62.800  warga Palestina tewas, dan ribuan lainnya luka-luka. Kekurangan akses layanan dasar: Fasilitas kesehatan sangat terbatas, layanan medis sulit beroperasi, makanan dan obat menjadi langka; air bersih sulit diakses. Kerusakan fisik dan blokade: Sekitar 87,7% wilayah Gaza berada di bawah kendali militer atau zona pengungsian. Banyak bangunan, sekolah, rumah sakit mengalami kerusakan berat. 2.2 Dampaknya Anak-anak, perempuan, lansia sangat terdampak: malnutrisi, trauma psikologis, kehilangan keluarga & rumah. Generasi masa depan terancam karena sekolah hancur, pendidikan terhenti. Kesulitan ekonomi luar biasa: kehilangan lapangan kerja, kerusakan ekonomi, hilangnya mata pencaharian. Bagian 3: Hubungan Antara Maulid Nabi dan Kepedulian Kita Mengapa peringatan Maulid Nabi bisa dan seharusnya dikaitkan dengan kepedulian terhadap kondisi Palestina? Berikut beberapa poin refleksi penting: 3.1 Nabi sebagai teladan keadilan dan pembela yang tertindas Nabi Muhammad SAW bukan hanya pembawa wahyu, melainkan figur yang selalu memperjuangkan hak, keadilan, dan melindungi yang lemah. Beliau mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak boleh berdiri diam melihat ketidakadilan. 3.2 Rasa persaudaraan umat Islam Maulid Nabi mengingatkan kita akan persaudaraan universal, bahwa kita adalah bagian dari umat yang sama—tidak peduli jarak, bahasa, ras, atau negara. Semua saudara kita yang tertindas termasuk dalam lingkaran kasih sayang Islam. 3.3 Amalan nyata sebagai wujud cinta kepada Nabi Mencintai Nabi dalam arti mengikuti sunnah-Nya juga berarti peduli terhadap umat, terutama yang tertindas. Oleh karena itu, Maulid Nabi tidak hanya soal panggung pengajian, shalawat, dan tadarus, tapi juga aksi konkret: sedekah, membantu, membela, menyuarakan keadilan. 3.4 Keterkaitan iman dan keadilan Iman yang kuat diwujudkan dalam keadilan dan kepedulian. QS An-Nisa’ ayat 135 memerintahkan kita menjadi saksi yang adil, bahkan jika kebencian mempengaruhi kita. QS An-Ma’idah: 2 mengajarkan tolong-menolong dalam kebajikan. Dalil hadis menguatkan bahwa siapa yang melapangkan kesusahan saudaranya, kelak Allah melapangkan baginya. Semua ini relevan ketika kita melihat penderitaan Palestina. Bagian 4: Inspirasi dan Aksi Nyata Refleksi di atas harus membawa kita pada tindakan nyata. Berikut beberapa ide dan langkah yang bisa kita lakukan sebagai umat Islam yang merayakan Maulid, dan sebagai manusia yang peduli: 4.1 Memperkuat kesadaran melalui dakwah, edukasi, dan media Gunakan momentum Maulid untuk menyebarkan informasi yang benar tentang kondisi Palestina: blog, media sosial, ceramah, podcast. Jangan sampai berita hoaks atau bias mendominasi. Ajak komunitas majelis taklim, masjid, sekolah Islam untuk menyelipkan tema kepedulian dalam materi Maulid: sejarah Nabi + kisah mereka yang tertindas sebagai cerminan umat yang diuji. 4.2 Sedekah dan bantuan langsung kemanusiaan Donasi melalui lembaga yang terpercaya, yang fokus pada bantuan medis, pangan, pendidikan di Palestina. Penggalangan dana, pengiriman barang kebutuhan, dukungan terhadap penyediaan fasilitas kesehatan. 4.3 Advokasi dan diplomasi moral Menyuarakan keadilan lewat tulisan, kampanye, komunikasi kepada pemerintah dan organisasi internasional agar mendesak pembukaan akses bantuan kemanusiaan, perlindungan warga sipil, dan penyelesaian konflik berdasarkan hukum internasional. Partisipasi dalam aksi damai, dialog antarumat beragama dan advokasi hak asasi manusia, agar suara umat Islam di Indonesia dan dunia tidak hanya peduli tetapi juga produktif dalam usaha perdamaian. 4.4 Perubahan gaya hidup dan prioritas Berhenti memproduksi atau mendukung produk, institusi, atau kebijakan yang secara langsung atau tidak langsung menindas atau mengabaikan kemanusiaan. Mengingat bahwa zakat, infak, sedekah sosial adalah bagian dari kewajiban umat Islam untuk membantu yang membutuhkan. Baca Juga : Mengapa Kelahiran Nabi Muhammad Selalu Jadi Sumber Harapan di Tengah Krisis? Bagian 5: Contoh Amal & Prinsip Islam dalam Kepedulian Berikut beberapa contoh konkret yang sesuai dengan sunnah dan prinsip Islam, sehingga relevan diaplikasikan setiap Maulid: Bentuk Amal Prinsip Islam Terkait Contoh Praktis Sedekah uang / barang

Zakat Perdagangan 2025: Cara Hitung, Dalil, dan Contoh Real UMKM & Online Shop

Di era digital, bisnis makin berkembang. Dari warung sembako di pinggir jalan sampai online shop di marketplace besar seperti Shopee, Tokopedia, hingga TikTok Shop, semua orang bisa jadi pedagang. Tapi, tahukah kamu kalau setiap harta dari hasil perdagangan punya kewajiban zakat? Zakat perdagangan adalah salah satu bentuk zakat mal (zakat harta) yang wajib ditunaikan jika sudah mencapai nisab dan haul. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang belum paham bagaimana cara menghitung zakat perdagangan dengan benar. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang zakat perdagangan: mulai dari definisi, dalil, syarat, cara hitung dengan harga emas terbaru 2025, hingga contoh perhitungan real untuk UMKM dan online shop. Apa Itu Zakat Perdagangan? Secara bahasa, zakat berarti “bersih”, “suci”, dan “berkah”. Sedangkan perdagangan (tijarah) adalah aktivitas jual beli dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Menurut istilah fiqih, zakat perdagangan adalah zakat yang wajib dikeluarkan atas harta berupa barang dagangan yang diperjualbelikan untuk mendapatkan laba. ➡️ Bedanya dengan zakat lain: Zakat profesi → diambil dari penghasilan kerja/gaji. Zakat emas/perak → dari kepemilikan logam mulia. Zakat pertanian → dari hasil panen. Zakat perdagangan → dari modal dagang + laba yang berkembang. Dalil Zakat Perdagangan Al-Qur’an Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu…” (QS. Al-Baqarah: 267) “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…” (QS. At-Taubah: 103) Hadits Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk mengeluarkan zakat dari barang yang kami persiapkan untuk berdagang.” (HR. Abu Dawud, dari Samurah bin Jundub). Ijma’ Ulama Mayoritas ulama dari mazhab Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah sepakat bahwa barang dagangan wajib dizakati jika memenuhi syarat nisab dan haul. Syarat Wajib Zakat Perdagangan Islam – Non-muslim tidak wajib zakat. Merdeka – Bukan hamba sahaya. Milik penuh – Barang dagangan dimiliki sah tanpa syubhat. Halal – Barang dagangan bukan dari yang haram (misalnya miras, narkoba). Mencapai nisab – Minimal setara 85 gram emas. Haul – Dimiliki selama 1 tahun hijriyah. Baca juga: Zakat Bukan Pajak, Meluruskan Persepsi Nisab Zakat Perdagangan 2025 Nisab zakat perdagangan mengikuti nisab zakat emas, yaitu 85 gram emas. Harga emas hari ini (September 2025): Rp2.175.000 per gram. Maka nisab = 85 × Rp2.175.000 = Rp184.875.000. ➡️ Jadi, kalau aset bersih usaha kamu sudah setara atau lebih dari Rp184,8 juta, wajib zakat perdagangan 2,5%. Cara Menghitung Zakat Perdagangan Rumus dasar: (Nilai barang dagangan + Kas/uang + Piutang yang mungkin tertagih – Hutang jatuh tempo) × 2,5% Langkah praktis: Hitung total aset lancar (stok barang, uang kas, saldo rekening, piutang). Kurangi dengan hutang yang jatuh tempo dalam 1 tahun. Bandingkan dengan nisab (Rp184,8 juta). Jika di atas nisab, keluarkan zakat 2,5%. Contoh Perhitungan Real 1. UMKM Warung Sembako Stok barang dagangan: Rp150.000.000 Uang kas: Rp20.000.000 Piutang: Rp30.000.000 Hutang jatuh tempo: Rp50.000.000 Aset kena zakat = (150 + 20 + 30 – 50) juta = Rp150.000.000 Belum mencapai nisab (Rp184,8 juta) → tidak wajib zakat tapi tetap dianjurkan sedekah. 2. Online Shop Fashion Stok dagangan: Rp300.000.000 Saldo rekening & e-wallet: Rp50.000.000 Piutang dari marketplace: Rp20.000.000 Hutang supplier: Rp70.000.000 Aset kena zakat = (300 + 50 + 20 – 70) juta = Rp300.000.000 Wajib zakat karena di atas nisab. Zakat = 2,5% × Rp300.000.000 = Rp7.500.000 3. Startup Kecil (Bisnis Digital) Stok barang digital & hardware: Rp200.000.000 Kas perusahaan: Rp100.000.000 Piutang proyek: Rp50.000.000 Hutang operasional: Rp80.000.000 Aset kena zakat = (200 + 100 + 50 – 80) juta = Rp270.000.000 Wajib zakat. Zakat = 2,5% × Rp270.000.000 = Rp6.750.000 Zakat Perdagangan di Era Digital Dulu zakat perdagangan dihitung dari emas, perak, atau unta. Tapi di era digital, bentuknya bisa berbeda: Stok di gudang online. Saldo e-wallet & bank digital. Piutang tertunda dari marketplace. Investasi barang dagangan dalam bentuk digital (dropship, reseller). ➡️ Semua itu tetap termasuk aset perdagangan yang harus dihitung. Baca Juga: Uang Pensiun Masuk Dompet? Begini Cara Tepat Hitung Zakat-nya Hikmah dan Manfaat Zakat Perdagangan Menyucikan harta – keuntungan jadi berkah. Mengurangi kesenjangan sosial – membantu fakir miskin. Membangun kejujuran bisnis – pedagang lebih teliti dalam laporan keuangan. Meningkatkan keberkahan usaha – harta yang dizakati tidak berkurang, justru bertambah manfaatnya. Cara Praktis Menunaikan Zakat Perdagangan Bayar melalui lembaga zakat resmi (contoh: Lazisnur). Bisa transfer bank, dompet digital, atau datang langsung. Pastikan lembaga menyalurkan ke 8 asnaf (QS. At-Taubah: 60). Tips Agar Usaha Berkah dengan Zakat Catat semua aset & hutang dengan rapi. Sisihkan dana zakat secara rutin. Jangan menunda zakat setelah haul. Niatkan ikhlas karena Allah SWT. Kesimpulan Zakat perdagangan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang punya usaha, baik UMKM kecil maupun online shop besar. Dengan harga emas Rp2.175.000/gram, nisab zakat perdagangan 2025 setara Rp184,8 juta. Jika aset bersih usaha sudah mencapai angka tersebut dan berjalan selama 1 tahun, wajib zakat 2,5%. Bukan hanya kewajiban syariat, zakat perdagangan juga jadi cara menyucikan harta, melatih kejujuran, dan membuat usaha lebih berkah. Maka, mari segera hitung aset usaha kita, tunaikan zakat, dan jadikan bisnis bukan hanya menguntungkan, tapi juga bermanfaat bagi sesama.

Merawat Jiwa, Menguatkan Raga: Pelatihan Spiritual Care Tenaga Kesehatan RS Permata Gunung Putri

Sentuhan Hati di Balik Layanan Medis Rumah sakit bukan hanya tempat berobat. Ia juga menjadi ruang penuh harapan, doa, dan air mata. Pasien yang datang membawa penyakit fisik sejatinya juga membawa keresahan hati. Karena itu, pelayanan kesehatan sejati tidak cukup berhenti pada medis, tetapi harus menyentuh sisi spiritual. Menyadari hal ini, Rumah Sakit Permata Gunung Putri bekerja sama dengan LAZISNUR,  PD Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Kabupaten Bogor mengadakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi dan Penguatan Spiritual Care pada Sabtu, 13 September 2025. Acara yang diikuti oleh tenaga kesehatan dan karyawan rumah sakit ini bertujuan memperkuat dimensi rohani dalam pelayanan kesehatan. Apa Itu Spiritual Care? Dalam Islam, kesembuhan bukan hanya soal tubuh. Doa, dzikir, dan keyakinan kepada Allah SWT dapat mempercepat pemulihan. Tenaga kesehatan yang hadir dengan senyum tulus, sapaan doa, atau pendampingan spiritual bisa menjadi “obat hati” yang tak ternilai bagi pasien. Konsep inilah yang ingin ditanamkan melalui pelatihan. Bahwa setiap tenaga kesehatan sejatinya sedang menjalankan ladang ibadah ketika mereka merawat pasien. Materi & Jalannya Acara Pelatihan menghadirkan dua narasumber: KH. Dr. Agus Setiawan, Lc., MA – menyampaikan materi tentang Hak, Etika, dan Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan. Beliau mengingatkan bahwa profesi medis adalah amanah besar, bukan sekadar pekerjaan. Ustadz Dani Kholis, S.Pd.I – membawakan materi Fiqih Najis, Thaharah, & Penanganan Pasien. Materi ini menegaskan bahwa kebersihan dan kesucian adalah bagian dari iman. Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Para peserta berbagi pengalaman menghadapi pasien kritis yang meminta doa, hingga keluarga yang membutuhkan ketenangan batin. Sambutan Ketua IKADI Kabupaten Bogor Dalam sambutannya, KH. Enjang Farid, S.Sos., MM selaku Ketua Umum IKADI Kabupaten Bogor menegaskan bahwa spiritual care adalah bagian dari dakwah bil hal di lingkungan kesehatan. Beliau menyampaikan: “Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam mendampingi umat. Tugas ini bukan hanya profesi, tetapi juga amanah ibadah. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta semakin paham bahwa doa, perhatian, dan ketulusan hati dapat menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan. Semoga RS Permata Gunung Putri bisa menjadi teladan rumah sakit yang mengintegrasikan ilmu medis dengan nilai-nilai spiritual Islam.” Sambutan ini mendapat sambutan hangat dari peserta yang merasa semakin yakin bahwa profesinya bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Baca Juga : Aliran Pahala Tak Terputus: Sumur Baru untuk 150 Santri Putri Pesantren Annur Hasil & Dampak Positif Dari pelatihan ini, lahir kesadaran baru: Pelayanan kesehatan adalah ibadah. Spiritualitas memperkuat empati dan kepedulian tenaga kesehatan. Sinergi manajemen dan karyawan semakin kokoh untuk menghadirkan pelayanan holistik. Banyak peserta mengaku termotivasi. Ada perawat yang kini lebih berani membimbing pasien berdzikir, ada dokter yang menenangkan pasien sebelum tindakan medis, bahkan karyawan administrasi menyadari bahwa senyum tulus mereka bisa menjadi obat pertama bagi pasien. Peran LAZISNUR & Donatur Pelatihan ini terselenggara berkat dukungan dana dari LAZISNUR Kabupaten Bogor, yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah para donatur. Dukungan ini membuktikan bahwa donasi tidak hanya hadir dalam bentuk santunan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan tenaga kesehatan yang lebih humanis dan Islami. Harapan ke Depan Pelatihan spiritual care di RS Permata Gunung Putri diharapkan menjadi langkah awal menuju pelayanan kesehatan yang lebih holistik. Program ini layak diteruskan secara rutin, diintegrasikan dalam SOP rumah sakit, dan menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain di Indonesia. Penutup Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung—IKADI Kabupaten Bogor, Manajemen RS Permata Gunung Putri, serta para donatur LAZISNUR. Bersama-sama, kita tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga menenangkan jiwa. Karena sejatinya, kesehatan paripurna hadir ketika raga dan hati sama-sama kuat.

Zona Nyaman Pekerjaan: Aman atau Menghambat Rezeki? Perspektif Islam atas Fenomena Job Hugging

Pendahuluan — apa itu job hugging? Job hugging adalah tren di mana seseorang bertahan lama pada pekerjaan yang dimiliki—meskipun tidak lagi cocok, stagnan, atau ada peluang lebih baik—karena mengutamakan keamanan pekerjaan dari pada ambisi atau perubahan. Di tengah ketidakpastian ekonomi, banyak pekerja memilih “memeluk” pekerjaan mereka saat ini karena khawatir sulit mendapat pekerjaan baru atau kehilangan pendapatan dan manfaat yang stabil. Fenomena ini akhir-akhir ini makin dibahas di media dan kalangan profesional. detikcom+1 Job hugging punya dua wajah: sebagai respons rasional terhadap ketidakpastian (positif—melindungi keluarga, menjaga stabilitas) dan sebagai jebakan (negatif—stagnasi karier, berkurangnya motivasi, penurunan potensi kontribusi sosial). Dari perspektif Islam, kita perlu menilai sikap ini berdasarkan nilai-nilai syariat: usaha (ikhtiar), tawakkul, keadilan terhadap diri dan keluarga, serta tanggung jawab sosial dan profesional. Landasan syariat: bekerja, usaha, dan takdir Islam menempatkan usaha manusia sebagai hal penting; hasil akhir berada di tangan Allah. Ayat yang sering dirujuk: وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى“Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm 53:39).Ayat ini menegaskan prinsip bahwa usaha adalah penyebab utama perolehan manusia; bukan sekadar mengharap tanpa usaha. Tafsir terhadap ayat ini menekankan bahwa setiap orang hanya akan menuai buah dari usaha yang dilakukannya. Demikian pula, hadits Nabi ﷺ menekankan keseimbangan antara tawakkul (percaya kepada Allah) dan mengambil sebab/ikhtiar. Kisah terkenal: ketika seorang menanyakan apakah ia harus mengikat unta lalu bertawakkal, Nabi ﷺ menjawab: “Ikatlah, kemudian bertawakkal kepada Allah.” (Sunan At-Tirmidhi). Pesan inti: bertawakkal tidak menggantikan usaha; kedua hal harus berjalan beriringan. Ulama klasik seperti Ibn al-Qayyim membahas makna tawakkul dan rizq (rezeki): tawakkul yang benar tidak berarti pasif tetapi diliputi oleh usaha, praktik ibadah, dan etika yang konsisten. Ibn al-Qayyim menjelaskan bahwa tawakkul adalah kondisi hati yang sejalan dengan usaha nyata, dan menyebutkan berbagai sebab spiritual/praktis yang membuka rizq. Pandangannya menunjukkan bahwa pasrah tanpa ikhtiar bukan tawakkul yang sain. (rincian dari karya-karyanya tentang tawakkul dan rizq). Imam al-Ghazali dalam karya monumental Ihya’ Ulum ad-Din menekankan bahwa seluruh kehidupan, termasuk pekerjaan, dapat menjadi bentuk ibadah jika diniatkan dan dijalankan menurut prinsip akhlak Islam — artinya bekerja bukan sekadar mencari dunia tetapi juga sarana beribadah, berkhidmat, dan menunaikan amanah. Hal ini memberi kerangka etis untuk menilai apakah bertahan di satu pekerjaan (job hugging) bermanfaat atau merugikan dari sisi agama. Baca Juga: Uang Pensiun Masuk Dompet? Begini Cara Tepat Hitung Zakat-nya Analisis islam terhadap fenomena job hugging 1) Ketika job hugging bisa diterima / dibenarkan Jika bertujuan menjaga kebutuhan asasi keluarga: Islam menempatkan tanggung jawab nafkah sebagai kewajiban utama. Menjaga pekerjaan demi memastikan keluarga makan dan anak-anak sekolah adalah tindakan bertanggung jawab—bukan kemunduran moral. Jika bekerja di tempat yang memungkinkan melakukan kebaikan dan memberi manfaat (mis. lembaga sosial, pelayanan publik): tetap di posisi tersebut demi maslahat (kebaikan) bisa menjadi pilihan yang mulia. Jika pindah kerja berisiko besar (mis. PHK massal, resesi nyata) dan pekerjaan sekarang relatif aman secara riil, memilih bertahan adalah sikap bijak yang sah secara syariah. 2) Ketika job hugging bermasalah menurut Islam Kalau menyebabkan stagnasi spiritual dan profesional: Islam mendorong manusia berkembang; menolak belajar/naik posisi hanya karena takut berubah bisa menghambat potensinya untuk memberi manfaat yang lebih luas — dan ini problem moral karena membuang kesempatan beramal lebih besar. Ayat “man shall have nothing but what he strives for” menegaskan perlunya usaha; bila usaha berhenti, potensi pahala dan manfaat juga berkurang. Quran.com Kalau pekerjaan merugikan diri sendiri atau orang lain: mis. lingkungan kerja yang menuntut tindakan zhalim, korupsi, atau melanggar syariat — bertahan di sana karena “aman” secara finansial tapi berkonsekuensi dosa tidak dapat dibenarkan. Kalau ketakutan berlebihan menyebabkan umat tidak produktif: Islam menganjurkan keseimbangan antara tawakkul dan usaha. Tinggal di zona nyaman karena takut gagal berlawanan dengan ajaran untuk berani berusaha dan menjemput peluang demi maslahat. Hadis “ikatlah unta lalu bertawakkal” menjadi rujukan utama agar tidak pasif. Pendapat para ulama & cendekiawan (ringkasan sikap) Ibn al-Qayyim: menekankan bahwa tawakkul yang benar dibarengi usaha nyata; tawakkul tanpa amalan bukanlah tawakkul. Ia membahas penyebab dan sebab datangnya rizq — termasuk ibadah, istighfar, sedekah, dan usaha. Dari sini dapat diambil pelajaran: jangan menunggu rezeki tanpa strategi dan usaha. Scribd+1 Al-Ghazali: bekerja adalah bagian dari tata hidup beribadah; bekerja dengan niat memperbaiki diri & membantu orang lain menjadikan pekerjaan sebagai ibadah. Oleh karena itu, stagnasi profesional yang menghambat kebaikan lebih baik diatasi dengan memperbaiki niat, kompetensi, dan lingkungan kerja. Pandangan kontemporer ulama/ustadz (umum di Indonesia dan dunia): banyak ustadz menekankan keseimbangan: bertawakkal tidak boleh menjadi alasan untuk malas; menjaga keluarga sah, tetapi peningkatan diri dan mencari peluang halal juga dianjurkan. (Untuk rujukan spesifik bisa merujuk ceramah-ceramah kontemporer tentang tawakkul, rizq, dan etika kerja.) Inti: tidak ada fatwa “mutlak” yang mengatakan job hugging selalu salah; konteks, niat, akibat sosial, dan alternatif yang tersedia sangat menentukan sikap syariah. Baca Juga : Cara Keluar dari Riba yang Tak Pernah Diajarkan di Buku Keuangan Panduan praktis berbasiskan prinsip Islam: apa yang harus dilakukan Muslim ketika merasa terdorong job hugging? 1. Evaluasi niat (niyyah) dan tujuan Tanyakan pada diri: apakah aku bertahan karena menjaga keluarga dan memberi manfaat, atau karena ketakutan yang tidak rasional? Perbaiki niat — bekerja untuk keluarga dan ibadah adalah terpuji; bertahan karena takut gagal perlu ditindaklanjuti. (Al-Ghazali: kerja bisa jadi ibadah bila diniatkan demikian). 2. Terapkan tawakkul yang benar: ikhtiar + doa + penyerahan Ikhtiar: perbaiki skill, jejaring, dan kesiapan mental. Doa dan tawakkul: serahkan hasil pada Allah setelah usaha maksimal. Hadits “ikatlah unta lalu bertawakkal” menjadi pegangan praktis—ambil sebab, lalu percaya pada Allah. 3. Lakukan penilaian risiko rasional Buat daftar pro-kontra: stabilitas gaji, tunjangan, risiko PHK, peluang karier, potensi berdampak sosial. Jika peluang pindah lebih menjanjikan maslahat (lebih banyak manfaat), maka ikhtiar pindah bisa dibenarkan; jika tidak, bertahan lebih bijak. 4. Tingkatkan kompetensi (investasi diri) Islam memuliakan ilmu dan usaha. Menambah keterampilan (kursus, sertifikasi, belajar) merupakan bentuk ikhtiar yang selaras dengan QS. An-Najm: usaha menentukan hasil. Ini mengurangi kemungkinan job hugging “pasif” karena ketidakmampuan bersaing. Quran.com 5. Jaga etika dan akhlak kerja Apapun pilihan (tetap atau pindah), lakukan dengan amanah, jujur, dan professional — karena bekerja baik adalah bentuk ibadah. Al-Ghazali mengingatkan bahwa kehidupan sehari-hari bisa menjadi ladang ibadah bila dilaksanakan dengan

Aliran Pahala Tak Terputus: Sumur Baru untuk 150 Santri Putri Pesantren Annur

Bogor 13 September 2025, Alhamdulillah, program Sedekah Air yang ke-5 telah berhasil Lazisnur laksanakan dengan penuh keberkahan. Kali ini, pengadaan sumur air dipersembahkan untuk para santri putri di Pesantren Annur, Ciseeng, Kabupaten Bogor. Pesantren Annur saat ini dihuni oleh 150 santri putri yang mukim dan menimba ilmu agama di sana. Kehadiran sumur air ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendasar mereka, khususnya dalam memenuhi keperluan sehari-hari di asrama. Selain digunakan untuk kebutuhan air bersih, sumur ini juga dilengkapi dengan fasilitas air wudhu yang memudahkan para santri dalam melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman. Manfaat Program Air Bersih untuk Asrama PutriPara santri kini dapat menggunakan air sumur ini untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari lainnya dengan lebih mudah dan lancar. Fasilitas Air WudhuSantri dapat berwudhu dengan nyaman dan layak sebelum menjalankan ibadah shalat berjamaah maupun ibadah pribadi. Kenyamanan & Kesehatan SantriAkses air bersih yang memadai mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang sehat, bersih, dan nyaman. Ucapan Terima Kasih K.H Sobri Lubis selaku Pimpinan Pesantren menyampaikan Kami mewakili seluruh santri dan pengurus Pesantren Annur menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lazisnur dan para donatur yang telah berpartisipasi dalam program ini. Tanpa doa, dukungan, dan kebaikan hati para donatur, pengadaan sumur air ini tidak akan terlaksana dengan baik. Setiap tetes air yang digunakan para santri akan menjadi amal jariyah bagi para donatur. InsyaAllah, pahala tersebut akan terus mengalir sebagaimana air yang terus memberi kehidupan. Apresiasi dari Lazisnur Direktur Marketing & Fundraising Lazisnur, Bapak Yusuf Cakhyono, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi: “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membersamai Lazisnur dalam menghadirkan sumur berkah ini. Semoga setiap partisipasi menjadi amal jariyah yang tidak terputus. Kami juga mengapresiasi pimpinan Pesantren Annur yang telah menerima dan memanfaatkan program ini dengan baik untuk kebutuhan 150 santri putri. InsyaAllah keberkahan akan senantiasa tercurah untuk kita semua.” Baca Juga : PPQ Nahwa Nur Gelar Wisuda Santri Angkatan ke-7: 12 Hafidz Qur’an Resmi Diwisuda dalam Suasana Sederhana dan Penuh Haru Bagian dari Program Sedekah Air Pengadaan sumur di Pesantren Annur ini merupakan bagian dari Program Sedekah Air Lazisnur yang ke-5. Program ini menjadi ikhtiar berkelanjutan untuk memberikan akses air bersih kepada masyarakat dan lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, agar kegiatan ibadah dan belajar para santri berjalan lebih baik. Ajakan untuk Terlibat Kami mengundang kembali para donatur dan sahabat kebaikan untuk terus membersamai langkah Lazisnur dalam program-program selanjutnya. Masih banyak pesantren, sekolah, dan masyarakat dhuafa yang membutuhkan akses air bersih. ✨ Mari kita lanjutkan aliran pahala ini bersama-sama. Satu sumur, sejuta keberkahan. Klik Disini : Sedekah Air

Scroll to Top