Update Program

Kolaborasi LAZISNUR dan D Kriuk Fried Chicken dalam Penyaluran Zakat Maal

Bogor : 11 April 2026 Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nur (LAZISNUR) salah satu lembaga zakat terpercaya, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola dana umat secara amanah dan berdampak melalui kegiatan penyaluran zakat maal dari PT Raja Rasa Kuliner, perusahaan yang menaungi brand kuliner D Kriuk. Kegiatan ini dikemas dalam sebuah seremoni hangat yang berlangsung di Aula Serbaguna PPQ Nahwanur, serta dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia usaha dan lembaga zakat mampu menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan sosial, khususnya dalam bidang pendidikan, kesejahteraan masyarakat dhuafa, dan pemberdayaan ekonomi. Komitmen Kolaborasi untuk Dampak Berkelanjutan Penyaluran zakat maal ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. PT Raja Rasa Kuliner sebagai muzakki mempercayakan pengelolaan zakatnya kepada LAZISNUR agar dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal. Dalam konteks ini, LAZISNUR berperan sebagai penghubung kebaikan—mengelola dana zakat dengan prinsip profesional, transparan, dan sesuai dengan syariat, sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan benar-benar menyentuh kebutuhan mustahik. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan PT Raja Rasa Kuliner Bp Abdul, M, Mudir PPQ Nahwanur K.H Hadi Santoso Lc, perwakilan Pemerintah Desa Sukmajaya Bp Sarnap, Bhabinkamtibmas Bp Suroyo, serta Ketua RW H Sanusi. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem sosial yang lebih inklusif dan berdaya. Tiga Program Utama Penyaluran Zakat Dalam kegiatan ini, zakat maal disalurkan melalui tiga program unggulan LAZISNUR yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. 1. Program Orang Tua Asuh Santri PPQ Nahwanur Program ini berfokus pada dukungan pembiayaan pendidikan bagi santri di PPQ Nahwanur, sebuah pesantren gratis bagi yatim dan dhuafa. Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pendidikan, makan, asrama, hingga pembinaan karakter dan keislaman. Dengan adanya program ini, para santri dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terbebani masalah finansial. Ini menjadi sangat penting mengingat banyak dari mereka berasal dari latar belakang keluarga kurang mampu. Dari dana zakat ini dialokasikan untuk program orangtua asuh santri PPQ sebanyak 10 santri. Lebih dari sekadar bantuan biaya, program ini juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi Qur’ani yang mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat. 2. Program Bingkisan Dhuafa Program Bingkisan Dhuafa merupakan bentuk kepedulian sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok yang dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu. Ada 45 penerima manfaat yang mendapatkan bingkisan ini. Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, bantuan sederhana seperti sembako memiliki dampak besar bagi penerima manfaat. Program ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui program ini, LAZISNUR memastikan bahwa zakat tidak hanya berdampak secara jangka panjang, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. 3. Program Pemberdayaan Ekonomi “Muda Naik Kelas” Salah satu program unggulan dalam penyaluran zakat ini adalah “Muda Naik Kelas”, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi yang menyasar generasi muda, khususnya pelaku UMKM. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi melalui pelatihan, pendampingan, serta dukungan modal usaha. Fokus utamanya adalah membantu anak muda agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Baca Juga : Zakat Perdagangan 2025: Cara Hitung, Dalil, dan Contoh Real UMKM & Online Shop Dalam implementasinya, peserta program akan mendapatkan: Pelatihan mindset kewirausahaan Edukasi pengelolaan keuangan Strategi pemasaran digital Strategi Branding Bantuan modal Pendampingan bisnis secara berkelanjutan Program ini diharapkan mampu melahirkan wirausahawan muda yang tangguh dan berdaya saing, sehingga dapat berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program Muda Naik Kelas akan digulirkan mulai bulan Juni 2026 – Desember 2026. Dalam sambutannya, perwakilan LAZISNUR menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan secara amanah dan produktif. Zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan yang mampu mengangkat derajat ekonomi mustahik. “Zakat adalah solusi. Ketika dikelola dengan baik, zakat mampu menjadi alat perubahan sosial yang nyata—dari mustahik menjadi muzakki,” ujar direktur Utama Lazisnur Bp Hadi Saptiono. Sementara itu, pihak PT Raja Rasa Kuliner Bp Abdul, M menyampaikan harapannya agar kontribusi zakat yang diberikan dapat memberikan manfaat luas dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya. “Kami berharap zakat ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial,” ungkap perwakilan perusahaan. Peran Dunia Usaha dalam Ekosistem Zakat Keterlibatan PT Raja Rasa Kuliner dalam penyaluran zakat ini menunjukkan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Zakat perusahaan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial yang tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga meningkatkan keberkahan dan keberlanjutan usaha itu sendiri. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti LAZISNUR, perusahaan dapat memastikan bahwa dana yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak yang terukur dan sesuai dengan prinsip syariah. Membangun Ekosistem Kebaikan yang Berkelanjutan Kolaborasi antara LAZISNUR dan PT Raja Rasa Kuliner ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi dapat menciptakan dampak yang lebih besar. Ketika berbagai pihak—mulai dari lembaga zakat, dunia usaha, pemerintah, hingga masyarakat—bersatu, maka upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan lebih efektif. LAZISNUR sendiri terus berupaya mengembangkan berbagai program yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif. Tujuannya adalah menciptakan kemandirian, sehingga penerima manfaat tidak selamanya bergantung pada bantuan. Komitmen LAZISNUR ke Depan Melalui kegiatan ini, LAZISNUR menegaskan komitmennya untuk terus menjadi lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak. Ke depan, LAZISNUR akan terus: Mengembangkan program pemberdayaan berbasis kebutuhan masyarakat Memperluas jaringan kolaborasi dengan berbagai pihak Meningkatkan kualitas pengelolaan dana zakat Menghadirkan inovasi dalam program sosial dan ekonomi Dengan langkah-langkah tersebut, LAZISNUR berharap dapat menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Baca Juga : Zakat Bukan Pajak, Meluruskan Persepsi Penutup Penyaluran zakat maal dari PT Raja Rasa Kuliner melalui LAZ resmi Bogor menjadi bukti bahwa zakat memiliki potensi besar dalam membangun perubahan sosial. Ketika dikelola dengan baik, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian dan membuka peluang masa depan yang lebih baik. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah awal dari lebih banyak sinergi kebaikan di masa yang akan datang. Tentang LAZISNUR LAZISNUR adalah lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah yang

Kolaborasi LAZISNUR dan D Kriuk Fried Chicken dalam Penyaluran Zakat Maal Read More »

Merawat Jiwa, Menguatkan Raga: Pelatihan Spiritual Care Tenaga Kesehatan RS Permata Gunung Putri

Sentuhan Hati di Balik Layanan Medis Rumah sakit bukan hanya tempat berobat. Ia juga menjadi ruang penuh harapan, doa, dan air mata. Pasien yang datang membawa penyakit fisik sejatinya juga membawa keresahan hati. Karena itu, pelayanan kesehatan sejati tidak cukup berhenti pada medis, tetapi harus menyentuh sisi spiritual. Menyadari hal ini, Rumah Sakit Permata Gunung Putri bekerja sama dengan LAZISNUR,  PD Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Kabupaten Bogor mengadakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi dan Penguatan Spiritual Care pada Sabtu, 13 September 2025. Acara yang diikuti oleh tenaga kesehatan dan karyawan rumah sakit ini bertujuan memperkuat dimensi rohani dalam pelayanan kesehatan. Apa Itu Spiritual Care? Dalam Islam, kesembuhan bukan hanya soal tubuh. Doa, dzikir, dan keyakinan kepada Allah SWT dapat mempercepat pemulihan. Tenaga kesehatan yang hadir dengan senyum tulus, sapaan doa, atau pendampingan spiritual bisa menjadi “obat hati” yang tak ternilai bagi pasien. Konsep inilah yang ingin ditanamkan melalui pelatihan. Bahwa setiap tenaga kesehatan sejatinya sedang menjalankan ladang ibadah ketika mereka merawat pasien. Materi & Jalannya Acara Pelatihan menghadirkan dua narasumber: KH. Dr. Agus Setiawan, Lc., MA – menyampaikan materi tentang Hak, Etika, dan Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan. Beliau mengingatkan bahwa profesi medis adalah amanah besar, bukan sekadar pekerjaan. Ustadz Dani Kholis, S.Pd.I – membawakan materi Fiqih Najis, Thaharah, & Penanganan Pasien. Materi ini menegaskan bahwa kebersihan dan kesucian adalah bagian dari iman. Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Para peserta berbagi pengalaman menghadapi pasien kritis yang meminta doa, hingga keluarga yang membutuhkan ketenangan batin. Sambutan Ketua IKADI Kabupaten Bogor Dalam sambutannya, KH. Enjang Farid, S.Sos., MM selaku Ketua Umum IKADI Kabupaten Bogor menegaskan bahwa spiritual care adalah bagian dari dakwah bil hal di lingkungan kesehatan. Beliau menyampaikan: “Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam mendampingi umat. Tugas ini bukan hanya profesi, tetapi juga amanah ibadah. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta semakin paham bahwa doa, perhatian, dan ketulusan hati dapat menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan. Semoga RS Permata Gunung Putri bisa menjadi teladan rumah sakit yang mengintegrasikan ilmu medis dengan nilai-nilai spiritual Islam.” Sambutan ini mendapat sambutan hangat dari peserta yang merasa semakin yakin bahwa profesinya bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Baca Juga : Aliran Pahala Tak Terputus: Sumur Baru untuk 150 Santri Putri Pesantren Annur Hasil & Dampak Positif Dari pelatihan ini, lahir kesadaran baru: Pelayanan kesehatan adalah ibadah. Spiritualitas memperkuat empati dan kepedulian tenaga kesehatan. Sinergi manajemen dan karyawan semakin kokoh untuk menghadirkan pelayanan holistik. Banyak peserta mengaku termotivasi. Ada perawat yang kini lebih berani membimbing pasien berdzikir, ada dokter yang menenangkan pasien sebelum tindakan medis, bahkan karyawan administrasi menyadari bahwa senyum tulus mereka bisa menjadi obat pertama bagi pasien. Peran LAZISNUR & Donatur Pelatihan ini terselenggara berkat dukungan dana dari LAZISNUR Kabupaten Bogor, yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah para donatur. Dukungan ini membuktikan bahwa donasi tidak hanya hadir dalam bentuk santunan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan tenaga kesehatan yang lebih humanis dan Islami. Harapan ke Depan Pelatihan spiritual care di RS Permata Gunung Putri diharapkan menjadi langkah awal menuju pelayanan kesehatan yang lebih holistik. Program ini layak diteruskan secara rutin, diintegrasikan dalam SOP rumah sakit, dan menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain di Indonesia. Penutup Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung—IKADI Kabupaten Bogor, Manajemen RS Permata Gunung Putri, serta para donatur LAZISNUR. Bersama-sama, kita tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga menenangkan jiwa. Karena sejatinya, kesehatan paripurna hadir ketika raga dan hati sama-sama kuat.

Merawat Jiwa, Menguatkan Raga: Pelatihan Spiritual Care Tenaga Kesehatan RS Permata Gunung Putri Read More »

Aliran Pahala Tak Terputus: Sumur Baru untuk 150 Santri Putri Pesantren Annur

Bogor 13 September 2025, Alhamdulillah, program Sedekah Air yang ke-5 telah berhasil Lazisnur laksanakan dengan penuh keberkahan. Kali ini, pengadaan sumur air dipersembahkan untuk para santri putri di Pesantren Annur, Ciseeng, Kabupaten Bogor. Pesantren Annur saat ini dihuni oleh 150 santri putri yang mukim dan menimba ilmu agama di sana. Kehadiran sumur air ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendasar mereka, khususnya dalam memenuhi keperluan sehari-hari di asrama. Selain digunakan untuk kebutuhan air bersih, sumur ini juga dilengkapi dengan fasilitas air wudhu yang memudahkan para santri dalam melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman. Manfaat Program Air Bersih untuk Asrama PutriPara santri kini dapat menggunakan air sumur ini untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari lainnya dengan lebih mudah dan lancar. Fasilitas Air WudhuSantri dapat berwudhu dengan nyaman dan layak sebelum menjalankan ibadah shalat berjamaah maupun ibadah pribadi. Kenyamanan & Kesehatan SantriAkses air bersih yang memadai mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang sehat, bersih, dan nyaman. Ucapan Terima Kasih K.H Sobri Lubis selaku Pimpinan Pesantren menyampaikan Kami mewakili seluruh santri dan pengurus Pesantren Annur menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lazisnur dan para donatur yang telah berpartisipasi dalam program ini. Tanpa doa, dukungan, dan kebaikan hati para donatur, pengadaan sumur air ini tidak akan terlaksana dengan baik. Setiap tetes air yang digunakan para santri akan menjadi amal jariyah bagi para donatur. InsyaAllah, pahala tersebut akan terus mengalir sebagaimana air yang terus memberi kehidupan. Apresiasi dari Lazisnur Direktur Marketing & Fundraising Lazisnur, Bapak Yusuf Cakhyono, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi: “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membersamai Lazisnur dalam menghadirkan sumur berkah ini. Semoga setiap partisipasi menjadi amal jariyah yang tidak terputus. Kami juga mengapresiasi pimpinan Pesantren Annur yang telah menerima dan memanfaatkan program ini dengan baik untuk kebutuhan 150 santri putri. InsyaAllah keberkahan akan senantiasa tercurah untuk kita semua.” Baca Juga : PPQ Nahwa Nur Gelar Wisuda Santri Angkatan ke-7: 12 Hafidz Qur’an Resmi Diwisuda dalam Suasana Sederhana dan Penuh Haru Bagian dari Program Sedekah Air Pengadaan sumur di Pesantren Annur ini merupakan bagian dari Program Sedekah Air Lazisnur yang ke-5. Program ini menjadi ikhtiar berkelanjutan untuk memberikan akses air bersih kepada masyarakat dan lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, agar kegiatan ibadah dan belajar para santri berjalan lebih baik. Ajakan untuk Terlibat Kami mengundang kembali para donatur dan sahabat kebaikan untuk terus membersamai langkah Lazisnur dalam program-program selanjutnya. Masih banyak pesantren, sekolah, dan masyarakat dhuafa yang membutuhkan akses air bersih. ✨ Mari kita lanjutkan aliran pahala ini bersama-sama. Satu sumur, sejuta keberkahan. Klik Disini : Sedekah Air

Aliran Pahala Tak Terputus: Sumur Baru untuk 150 Santri Putri Pesantren Annur Read More »

“Di Balik Mata yang Terpejam, Bantuan Sekolah untuk Mulki, Anak Yatim dengan Ibu Tunanetra

Bu Mariah kehilangan penglihatannya sejak kecil, akibat insiden tragis yang terjadi di rumahnya.Sejak saat itu, gelap menjadi sahabat hidupnya. Tapi bukan berarti ia kehilangan cahaya dalam hatinya. Kini, Bu Mariah hidup bersama dua anaknya—Mulki dan Kais—yang telah menjadi anak yatim.Mulki baru lulus SMP dan kini bersekolah di SMK Mandiri Bojonggede, kabupaten Bogor, Jawa Barat. sementara Kais masih duduk di bangku kelas 5 SD. Dua anak laki-laki ini menjadi alasan Bu Mariah tetap kuat menjalani hari, meski hidup mereka serba terbatas. Di balik keterbatasannya, Bu Mariah punya tekad besar: “Anak-anakku harus sekolah setinggi-tingginya. Mereka tidak boleh hidup seperti saya.” Namun perjuangan itu tidak mudah. Bu Mariah bekerja sebagai tukang pijat tunanetra, dengan penghasilan yang sangat tidak menentu. Kadang dalam sebulan hanya ada satu dua panggilan, kadang tidak ada sama sekali. Untuk makan, mereka sering mengandalkan bantuan beras atau sembako dari orang-orang baik hati. Mereka tinggal di kontrakan dua petak yang sederhana, yang baru saja terkena banjir sehingga banyak barang rusak. Untungnya, berkat kebaikan pemilik kontrakan, Bu Mariah dibebaskan dari biaya sewa. Lazisnur Hadir Membantu Beberapa waktu lalu, tim Lazisnur mendatangi SMK Mandiri, tempat Mulki bersekolah. Namun saat itu, Mulki belum bisa masuk sekolah karena sedang sakit. Di Sekolah team Lazisnur bertemu dengan Bapak pengurus Yayasan. Di sekolah, tim Lazisnur melunasi biaya sekolah Mulki untuk 1 semester , termasuk pembelian seragam dan Lembar Kerja Siswa (LKS), dengan total bantuan sebesar Rp 680.000. Tidak berhenti di situ, Lazisnur juga memberikan uang tunai untuk kebutuhan makan Mulki dan keluarganya di rumah, mengingat kondisi mereka yang sedang sulit pasca banjir. Direktur Marketing Lazisnur, Yusuf Cakhyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur: “Kami bersyukur dapat membantu Mulki. Bantuan ini adalah hasil dari kebaikan para donatur yang peduli. Semoga Allah membalas setiap rupiah yang diberikan dengan keberkahan tanpa batas.” Mulki yang masih dalam masa pemulihan menyampaikan pesan singkat penuh haru: “Terima kasih kepada semua yang sudah membantu. Saya akan belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan ibu.” Mari Bantu Bu Mariah dan Anak-AnaknyaSedekahmu hari ini bisa menjadi jalan bagi Mulki dan Kais untuk menggapai cita-cita.Menjadi anak-anak hebat yang membanggakan ibunya dan membalas semua perjuangannya. KLIK DISINI 

“Di Balik Mata yang Terpejam, Bantuan Sekolah untuk Mulki, Anak Yatim dengan Ibu Tunanetra Read More »

ASKRINDO SYARIAH KEMBALI KOLABORASI DENGAN LAZISNUR UNTUK PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL AMBULANCE UNTUK DHUAFA

Bogor – Komitmen Askrindo Syariah dalam mendukung pelayanan kemanusiaan terus diwujudkan melalui program-program sosial berbasis zakat perusahaan. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah kolaborasi lanjutan bersama Lembaga Amil Zakat Nahwanur (Lazisnur) dalam program bantuan operasional ambulance untuk dhuafa. Pada pertengahan tahun 2025 ini, Askrindo Syariah kembali menyalurkan dana zakat maal perusahaan untuk mendukung operasional layanan ambulance milik Lazisnur yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya. Bantuan ini ditujukan untuk memastikan keberlangsungan layanan ambulance yang telah terbukti memberi manfaat luas bagi masyarakat dalam kondisi darurat medis, kecelakaan, maupun layanan pengantaran jenazah. Layanan Ambulance Gratis untuk Masyarakat Dhuafa Sejak awal berdiri, layanan ambulance Lazisnur memang dirancang sebagai solusi kemanusiaan untuk membantu masyarakat dhuafa mendapatkan akses terhadap layanan transportasi medis yang cepat dan gratis. Tidak semua keluarga mampu membayar biaya ambulance yang kerap kali mahal dan di luar jangkauan masyarakat prasejahtera. Melalui kerja sama ini, Askrindo Syariah tidak hanya memberikan dukungan dana operasional, tetapi juga memperkuat sinergi antara lembaga zakat dengan entitas keuangan syariah untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. “Program bantuan operasional ambulance ini adalah salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat perusahaan kami agar tepat sasaran, dirasakan langsung oleh masyarakat, dan memberikan dampak nyata,” ungkap Bapak H. Farid Datul Rohman, Ketua UPZ Askrindo Syariah. Bantuan dana operasional ini meliputi kebutuhan BBM kendaraan, honor driver dan petugas medis lapangan, perawatan kendaraan, serta kelengkapan alat kesehatan dasar di dalam ambulance. 213 Penerima Manfaat dalam 6 Bulan Data layanan dari Lazisnur mencatat bahwa sejak Januari hingga Juni 2025, terdapat 213 penerima manfaat yang telah dibantu oleh ambulance gratis ini. Layanan yang diberikan sangat beragam, mulai dari: Pengantaran pasien rawat inap dan kontrol ke rumah sakit Layanan gawat darurat dan evakuasi Penanganan korban kecelakaan lalu lintas Pengantaran jenazah ke rumah duka dan pemakaman Layanan standby medis dalam kegiatan sosial kemasyarakatan Angka ini menunjukkan betapa besar kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas transportasi medis yang terjangkau, sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara Askrindo Syariah dan Lazisnur sangat dibutuhkan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ucapan Terima Kasih dari Lazisnur Direktur Marketing dan Fundraising Lazisnur, Yusuf Cakhyono, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberlanjutan kolaborasi ini. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Askrindo Syariah atas komitmen dan kepercayaan yang terus diberikan kepada Lazisnur. Bantuan operasional ini sangat berarti untuk menjaga keberlangsungan layanan ambulance dhuafa kami. Ini bukan hanya tentang kendaraan, tapi tentang menyelamatkan nyawa dan memberikan ketenangan bagi masyarakat saat dalam kondisi darurat,” ujar Yusuf. Beliau menambahkan, kehadiran ambulance Lazisnur tidak hanya dinilai dari jumlah penerima manfaat, tapi juga dari seberapa cepat dan sigap tim ambulance dalam merespon permintaan bantuan di tengah keterbatasan sumber daya. “Bayangkan ketika seorang ayah dari keluarga dhuafa harus membawa anaknya yang sakit keras ke rumah sakit, tapi tak memiliki biaya menyewa ambulance. Di situlah layanan ini hadir dan menjadi jawaban atas doa-doa mereka. Inilah wujud nyata keberkahan zakat,” imbuhnya. Baca Juga : Lebaran Yatim dan Difabel: Merayakan Muharam 1447 H dengan Cinta dan Kepedulian Dukungan Zakat Perusahaan untuk Kemanusiaan Askrindo Syariah telah menunjukkan bahwa dana zakat perusahaan dapat menjadi motor penggerak untuk program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Melalui UPZ (Unit Pengumpul Zakat) yang  menyalurkan dana zakat secara terstruktur dan akuntabel, salah satunya melalui Lazisnur sebagai mitra strategis dalam implementasi program lapangan. Model kolaborasi ini juga menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain yang ingin menunaikan zakat perusahaan secara optimal. Dengan memilih mitra penyalur zakat yang memiliki rekam jejak kuat dan fokus pada program-program berbasis kebutuhan umat, zakat yang dikeluarkan bisa memberikan kebermanfaatan ganda: pahala bagi perusahaan dan dampak langsung bagi penerima manfaat. Tanggapan Masyarakat dan Relawan Dampak positif dari kolaborasi ini juga dirasakan oleh para relawan lapangan dan masyarakat. Salah satu relawan driver ambulance, Pak Andi , menyampaikan bahwa bantuan operasional dari Askrindo Syariah sangat membantu menjaga kualitas layanan. “Dengan adanya dukungan ini, kami bisa tetap operasional setiap hari. Kadang kami harus antar pasien tengah malam, bahkan saat hujan deras. Tapi selama kendaraan dalam kondisi prima dan kebutuhan dasar terpenuhi, kami siap melayani dengan sepenuh hati,” ujarnya. Bapak Jamal salah satu anak penerima manfaat Ambulance juga menyampaikan : “Saya mengucapkan terima kasih kepada Ambulans Lazisnur, Yang sudah membantu pendampingan pengobatan dan pengantaran Almh Ibu Saya ke RS RSUD Cibinong selama ibu saya sakit . Almh ibu saya mengalami sakit Kanker, Selama pengobatan sampai meninggal dibantu amb Lazisnur, Terima kasih selama pengobatan almh ibu saya kami dilayani dengan s baik mulai dari pendampingan kontrol kesehatan,rujukan ,rawat di RS, sampai pengantaran Almh ke Pemakaman,semuanya kami tidak membayar sama sekali. Terima kasih sekali lagi atas bantuannya buat Lazisnur. Semoga kedepan Lazisnur semakin maju,dan semakin banyak lagi membantu orang yg membutuhkan. Aamiin ya rabbal alamin.,” ucapnya haru. Komitmen Ke Depan Ke depan, Lazisnur dan Askrindo Syariah berharap bisa terus memperluas jangkauan layanan ambulance dhuafa. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan layanan ini tetap berjalan dan berkembang. “Harapan kami, kolaborasi ini bisa terus berlanjut, bahkan berkembang ke wilayah yang lebih luas. Kami juga membuka ruang kolaborasi bagi pihak lain yang ingin berkontribusi, baik melalui donasi, penguatan sumber daya, maupun pengadaan armada tambahan,” kata Yusuf Cakhyono. Dalam enam bulan ke depan, Lazisnur menargetkan minimal 250 penerima manfaat baru dari layanan ambulance ini, termasuk perluasan area ke daerah pinggiran Bogor yang selama ini minim akses transportasi medis. Penutup Kerja sama antara Askrindo Syariah dan Lazisnur bukan sekadar aliran dana, melainkan aliran kepedulian, kepercayaan, dan keberkahan. Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi banyak masyarakat, kehadiran program-program seperti ambulance untuk dhuafa menjadi oase harapan yang menyelamatkan nyawa dan memanusiakan sesama. Semoga keberlanjutan program ini membawa keberkahan bagi semua pihak: perusahaan yang menunaikan zakatnya, lembaga yang menyalurkan, relawan yang berjuang di lapangan, dan tentu saja bagi masyarakat dhuafa yang sangat membutuhkan pertolongan.

ASKRINDO SYARIAH KEMBALI KOLABORASI DENGAN LAZISNUR UNTUK PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL AMBULANCE UNTUK DHUAFA Read More »

Lebaran Yatim dan Difabel: Merayakan Muharam 1447 H dengan Cinta dan Kepedulian

Bogor, 4 Juli 2025 — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Aula PHU Kankemenag Kabupaten Bogor pada Jumat pagi itu. Ratusan anak yatim dan difabel tersenyum bahagia dalam acara bertajuk “Lebaran Yatim dan Difabel Peaceful Muharam 1447 H”. Kegiatan ini merupakan kolaborasi mulia antara Kankemenag Kabupaten Bogor, Lembaga Amil Zakat Lazisnur, dan empat lembaga zakat lainnya yang aktif di wilayah Bogor: Laz Rabbani, Laz SIP, Laz Ummul Quro, dan Laz Tazkia.   Kegiatan ini menjadi momentum istimewa dalam menyambut tahun baru Islam 1447 Hijriah. Sebanyak 200 anak yatim dan difabel menerima paket santunan yang terdiri dari uang tunai, sembako, serta perlengkapan sekolah. Dari jumlah tersebut, 20 anak terpilih menerima secara simbolis dalam seremoni yang berlangsung khidmat dan menyentuh hati. Kepedulian Lintas Lembaga dalam Spirit Hijrah Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bogor, antara lain Ketua Baznas Kabupaten Bogor, Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta para Kepala Seksi (Kasi) seperti Penais, Urais, PAIS, dan Pendidikan Madrasah. Hadir pula para Kepala KUA dari wilayah Bogor Tengah, para kepala madrasah negeri, serta pendamping dan keluarga penerima manfaat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antar lembaga zakat dan instansi pemerintah sangat mungkin dilakukan demi memperluas manfaat kebaikan. Acara berlangsung dengan nuansa kekeluargaan dan penguatan ukhuwah, serta sebagai bentuk konkret dari pelaksanaan amanah umat yang dititipkan melalui lembaga-lembaga zakat terpercaya. Makna “Lebaran” bagi Yatim dan Difabel Mengapa disebut “Lebaran Yatim dan Difabel”? Dalam konteks ini, “lebaran” dimaknai sebagai momentum berbagi, merayakan kasih sayang, dan meringankan beban hidup mereka yang membutuhkan. Anak-anak yatim dan penyandang disabilitas adalah bagian masyarakat yang harus mendapatkan perhatian lebih, terutama pada momen-momen penting keagamaan seperti bulan Muharam—bulan yang dimuliakan dalam Islam dan juga disebut sebagai bulan anak yatim. Selain menerima bantuan materi, anak-anak juga mendapatkan semangat dan harapan baru. Senyum-senyum tulus menghiasi wajah mereka ketika menerima bingkisan dan sapaan hangat dari para panitia dan donatur. Baca juga: Merawat Sang Penerang Umat: 444 Dai Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis dari Lazisnur Harapan Direktur Utama Lazisnur: Mendorong Semangat Kolaborasi dan Keberlanjutan Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Lazisnur, Bapak Hadi Saptiono, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antarlembaga zakat dan Kankemenag. Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaborasi dalam melayani masyarakat dhuafa secara menyeluruh dan berkesinambungan. “Kami di Lazisnur sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari kegiatan mulia ini. Anak-anak yatim dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas adalah amanah bagi kita semua. Semoga apa yang kita berikan hari ini bukan hanya meringankan kebutuhan mereka, tapi juga menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri mereka dalam menatap masa depan,” ujar Hadi Saptiono. Beliau menambahkan bahwa kegiatan seperti ini seyogianya tidak berhenti pada momen seremoni, tetapi bisa berlanjut dalam bentuk program-program jangka panjang. “Ke depan, kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat, baik instansi, korporasi, maupun masyarakat luas, agar lebih banyak anak-anak yang kita bantu secara berkelanjutan, misalnya melalui program orang tua asuh, beasiswa, dan pemberdayaan ekonomi keluarga yatim atau difabel. Inilah wujud zakat yang berdampak,” lanjutnya. Satu Hari, Seribu Kebaikan Bagi para penerima manfaat, hari itu menjadi hari yang membekas. Bukan hanya karena mereka mendapatkan bantuan materi, tetapi juga karena mereka merasa diperhatikan, dicintai, dan tidak sendiri. Bagi banyak dari mereka, ini adalah kali pertama hadir di sebuah acara besar yang merayakan mereka dengan penuh cinta. Beberapa anak bahkan tampil percaya diri ketika diberi kesempatan maju menerima simbolis santunan. Para pendamping tampak haru melihat semangat anak-anak yang semakin tumbuh karena perhatian dari berbagai pihak. Tak sedikit dari para tamu undangan yang terinspirasi dengan semangat dan keberanian anak-anak difabel yang hadir. Mereka datang dengan berbagai kondisi keterbatasan, tetapi membawa semangat yang utuh untuk tetap belajar, berjuang, dan bermimpi. Lembaga Zakat Bukan Hanya Penyalur, Tapi Penggerak Kebaikan Lazisnur bersama Laz Rabbani, SIP, Ummul Quro, dan Tazkia menunjukkan bahwa lembaga zakat modern bukan hanya sekadar penyalur dana, tetapi juga penggerak sosial yang mampu menyatukan kekuatan dan mewujudkan solusi nyata di tengah umat. Dengan tata kelola yang amanah, profesional, dan kolaboratif, mereka mampu membangun jembatan antara para donatur dan mustahik dengan penuh integritas. Mereka hadir di tengah masyarakat sebagai garda depan dalam penanggulangan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Dan kegiatan seperti “Lebaran Yatim dan Difabel” adalah bukti dari kerja kolektif yang membawa dampak langsung bagi penerima manfaat. Menutup Tahun, Membuka Harapan Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol berbagi, tetapi juga pembuka lembaran baru di awal tahun hijriah. Sebagaimana hijrah Nabi Muhammad SAW mengajarkan tentang keberanian, perubahan, dan perjuangan, maka momentum Muharam ini diharapkan menjadi saat yang tepat untuk memperbarui komitmen dalam melayani umat, terutama mereka yang paling membutuhkan. Dengan semangat hijrah, lembaga-lembaga zakat di Bogor terus bertransformasi menjadi lembaga yang adaptif, solutif, dan memberdayakan. Harapannya, program seperti ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus diperluas jangkauannya dan memperkuat ekosistem zakat di Indonesia. Penutup“Lebaran Yatim dan Difabel Peaceful Muharam 1447 H” adalah salah satu bukti nyata bahwa keberkahan zakat dan kebaikan akan terus mengalir jika dikelola dengan amanah dan kolaboratif. Terima kasih kepada seluruh donatur, mitra zakat, serta Kankemenag Kabupaten Bogor atas dukungan dan kepercayaannya. Mari terus membersamai anak-anak yatim dan difabel dalam menapaki masa depan yang lebih cerah. “Siapa yang menyantuni anak yatim, maka ia akan bersamaku di surga seperti ini,” sambil beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah, serta merenggangkan keduanya.(HR. Bukhari)

Lebaran Yatim dan Difabel: Merayakan Muharam 1447 H dengan Cinta dan Kepedulian Read More »

Scroll to Top