Senja di Kampung Caglak: Lazisnur Bagikan 85 Paket Berbuka untuk Santri PPQ Nahwanur
Langit sore di Kampung Caglak perlahan berubah warna. Sinar matahari yang sejak siang menyinari sawah dan rumah-rumah warga kini meredup, menyisakan semburat jingga yang hangat. Di RT 04 RW 07, Desa Sukmajaya, Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16320, berdiri sebuah pesantren sederhana yang menjadi rumah harapan bagi puluhan anak yatim dan dhuafa: PPQ Nahwanur. Bangunannya tidak megah. Dindingnya sederhana. Halamannya tak luas. Namun dari tempat inilah cahaya Al-Qur’an dijaga dan dihafalkan setiap hari. Menjelang Maghrib, para santri telah duduk rapi di ruang utama. Sebagian masih memegang mushaf, menyetorkan hafalan terakhir sebelum adzan berkumandang. Seharian mereka berpuasa, belajar, dan murojaah. Lapar dan lelah seakan tak terlihat di wajah mereka—yang ada hanya kesungguhan. Hari itu terasa berbeda. Satu per satu paket makanan dibagikan. Melalui program Berbagi Buka Puasa, Lazisnur menyalurkan 85 paket menu berbuka lengkap dengan takjil untuk para santri. Aroma nasi hangat dan lauk bergizi mulai tercium. Takjil manis tertata rapi di hadapan mereka. Bagi sebagian orang, ini mungkin hidangan biasa. Namun bagi para santri, ini adalah perhatian. Ini adalah bukti bahwa perjuangan mereka tidak sendiri. Ketika adzan Maghrib berkumandang, mereka menengadahkan tangan. Doa berbuka dilafalkan bersama, lirih namun penuh keyakinan. Di antara doa-doa itu, ada harapan untuk masa depan. Ada rasa syukur. Dan insyaAllah, ada doa yang mengalir untuk para donatur yang telah menghadirkan kebahagiaan sore itu. Tentang PPQ Nahwanur PPQ Nahwanur adalah pesantren gratis bagi santri yatim dan dhuafa tingkat SMP hingga SMA. Berdiri sejak tahun 2013, pesantren ini berkomitmen membina generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga dalam akhlak dan pendidikan formal. Hingga kini: Telah meluluskan lebih dari 60 santri hafidz 30 juz Memiliki puluhan alumni yang melanjutkan pendidikan dan bekerja Mengasuh puluhan santri aktif yang terus berjuang menghafal Al-Qur’an Para santri mendapatkan tiga kurikulum sekaligus: kurikulum pendidikan nasional, kurikulum kepesantrenan, serta program tahfidz 30 juz. Semua santri adalah laki-laki yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun memiliki semangat besar untuk mengubah masa depan. Di tengah berbagai keterbatasan, pesantren ini tetap berdiri. Tetap mendidik. Tetap menjaga cahaya Al-Qur’an agar tidak padam. Baca juga : Dari Amanah Menjadi Manfaat: 17 Program LAZISNUR Menjangkau 973 Penerima Manfaat di Januari 2026 85 Paket, 85 Senyum, Tak Terhitung Pahala Program Berbagi Buka Puasa ini bukan sekadar pembagian makanan. Ia adalah energi. Ia adalah penguat langkah. Ia adalah pesan bahwa di luar sana ada orang-orang baik yang peduli terhadap perjuangan para penghafal Al-Qur’an. Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan amanahnya melalui Lazisnur. Setiap rupiah yang dititipkan telah sampai kepada yang berhak. Setiap paket yang dibagikan telah menghadirkan kebahagiaan nyata. Semoga setiap suapan yang mereka nikmati menjadi aliran pahala untuk Anda. Semoga setiap ayat yang mereka hafalkan menjadi saksi kebaikan Anda di hadapan Allah SWT. Mari Hadirkan Lebih Banyak Senja Penuh Makna Di Kampung Caglak, senja itu menjadi saksi bahwa kebaikan masih hidup. Namun perjuangan belum selesai. Masih banyak hari-hari Ramadhan yang perlu diisi dengan kepedulian. Mari terus ambil bagian dalam program: ✨ Berbagi Buka Puasa Santri✨ Bingkisan Cinta Yatim & Dhuafa✨ Zakat, Infaq, dan Sedekah Karena mungkin bagi kita satu paket makanan adalah hal sederhana.Namun bagi mereka, itu adalah kekuatan untuk terus menghafal, belajar, dan bermimpi. Bersama Lazisnur, mari hadirkan lebih banyak senyum di setiap waktu berbuka.






