February 2026

Senja di Kampung Caglak: Lazisnur Bagikan 85 Paket Berbuka untuk Santri PPQ Nahwanur

Langit sore di Kampung Caglak perlahan berubah warna. Sinar matahari yang sejak siang menyinari sawah dan rumah-rumah warga kini meredup, menyisakan semburat jingga yang hangat. Di RT 04 RW 07, Desa Sukmajaya, Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16320, berdiri sebuah pesantren sederhana yang menjadi rumah harapan bagi puluhan anak yatim dan dhuafa: PPQ Nahwanur. Bangunannya tidak megah. Dindingnya sederhana. Halamannya tak luas. Namun dari tempat inilah cahaya Al-Qur’an dijaga dan dihafalkan setiap hari. Menjelang Maghrib, para santri telah duduk rapi di ruang utama. Sebagian masih memegang mushaf, menyetorkan hafalan terakhir sebelum adzan berkumandang. Seharian mereka berpuasa, belajar, dan murojaah. Lapar dan lelah seakan tak terlihat di wajah mereka—yang ada hanya kesungguhan. Hari itu terasa berbeda. Satu per satu paket makanan dibagikan. Melalui program Berbagi Buka Puasa, Lazisnur menyalurkan 85 paket menu berbuka lengkap dengan takjil untuk para santri. Aroma nasi hangat dan lauk bergizi mulai tercium. Takjil manis tertata rapi di hadapan mereka. Bagi sebagian orang, ini mungkin hidangan biasa. Namun bagi para santri, ini adalah perhatian. Ini adalah bukti bahwa perjuangan mereka tidak sendiri. Ketika adzan Maghrib berkumandang, mereka menengadahkan tangan. Doa berbuka dilafalkan bersama, lirih namun penuh keyakinan. Di antara doa-doa itu, ada harapan untuk masa depan. Ada rasa syukur. Dan insyaAllah, ada doa yang mengalir untuk para donatur yang telah menghadirkan kebahagiaan sore itu. Tentang PPQ Nahwanur PPQ Nahwanur adalah pesantren gratis bagi santri yatim dan dhuafa tingkat SMP hingga SMA. Berdiri sejak tahun 2013, pesantren ini berkomitmen membina generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga dalam akhlak dan pendidikan formal. Hingga kini: Telah meluluskan lebih dari 60 santri hafidz 30 juz Memiliki puluhan alumni yang melanjutkan pendidikan dan bekerja Mengasuh puluhan santri aktif yang terus berjuang menghafal Al-Qur’an Para santri mendapatkan tiga kurikulum sekaligus: kurikulum pendidikan nasional, kurikulum kepesantrenan, serta program tahfidz 30 juz. Semua santri adalah laki-laki yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun memiliki semangat besar untuk mengubah masa depan. Di tengah berbagai keterbatasan, pesantren ini tetap berdiri. Tetap mendidik. Tetap menjaga cahaya Al-Qur’an agar tidak padam. Baca juga : Dari Amanah Menjadi Manfaat: 17 Program LAZISNUR Menjangkau 973 Penerima Manfaat di Januari 2026 85 Paket, 85 Senyum, Tak Terhitung Pahala Program Berbagi Buka Puasa ini bukan sekadar pembagian makanan. Ia adalah energi. Ia adalah penguat langkah. Ia adalah pesan bahwa di luar sana ada orang-orang baik yang peduli terhadap perjuangan para penghafal Al-Qur’an. Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan amanahnya melalui Lazisnur. Setiap rupiah yang dititipkan telah sampai kepada yang berhak. Setiap paket yang dibagikan telah menghadirkan kebahagiaan nyata. Semoga setiap suapan yang mereka nikmati menjadi aliran pahala untuk Anda. Semoga setiap ayat yang mereka hafalkan menjadi saksi kebaikan Anda di hadapan Allah SWT. Mari Hadirkan Lebih Banyak Senja Penuh Makna Di Kampung Caglak, senja itu menjadi saksi bahwa kebaikan masih hidup. Namun perjuangan belum selesai. Masih banyak hari-hari Ramadhan yang perlu diisi dengan kepedulian. Mari terus ambil bagian dalam program: ✨ Berbagi Buka Puasa Santri✨ Bingkisan Cinta Yatim & Dhuafa✨ Zakat, Infaq, dan Sedekah Karena mungkin bagi kita satu paket makanan adalah hal sederhana.Namun bagi mereka, itu adalah kekuatan untuk terus menghafal, belajar, dan bermimpi. Bersama Lazisnur, mari hadirkan lebih banyak senyum di setiap waktu berbuka.

Ketentuan Resmi Zakat Profesi dan Jasa Tahun 2026

Ketentuan Besaran Zakat Profesi dan Jasa Tahun 2026 Merujuk SK Ketua BAZNAS RI dan Kajian Muzakarah Nisab 2026 Zakat profesi dan jasa merupakan zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau keahlian tertentu, baik yang bersifat rutin seperti gaji dan honorarium maupun yang bersifat tidak tetap seperti komisi atau fee proyek. Dalam konteks Indonesia, ketentuan mengenai nisab (batas minimal wajib zakat) dan kadar zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 telah ditetapkan melalui: Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 015 – 2026 – SK Ketua – Nilai Z… Kajian Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa 2026 (Muzakarah BAZNAS) Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… 1️⃣ Definisi Zakat Profesi dan Jasa Dalam kajian BAZNAS 2026 disebutkan bahwa zakat pendapatan dan jasa adalah: Zakat atas pendapatan profesi/jasa (gaji, honorarium, komisi) yang bersifat rutin atau temporer Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… Landasan syariatnya antara lain QS. At-Taubah: 103 dan QS. Al-Baqarah: 267, serta praktik para sahabat seperti Ibnu Mas’ud yang memotong zakat dari penghasilan sebesar 25 dari setiap 1000 (2,5%) Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… 2️⃣ Kadar Zakat Profesi Mayoritas ulama kontemporer menetapkan bahwa kadar zakat pendapatan adalah: Seperempat dari sepersepuluh (2,5%) Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… Pendapat ini juga dirujuk oleh Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin dalam konsep qiyas syabah, yaitu menggabungkan: Nisab dianalogikan dengan zakat pertanian Kadar zakat dianalogikan dengan zakat emas/perak (2,5%) Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… Dengan demikian, kadar zakat profesi dan jasa adalah 2,5% dari penghasilan bruto (apabila telah mencapai nisab). 3️⃣ Ketentuan Nisab Tahun 2026 (Resmi BAZNAS RI) Berdasarkan Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026, ditetapkan bahwa: Nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 adalah 85 gram emas 015 – 2026 – SK Ketua – Nilai Z… Dan telah dikonversi ke dalam rupiah sebagai berikut: Rp91.681.728 per tahun Rp7.640.144 per bulan (jika ditunaikan setiap bulan) 015 – 2026 – SK Ketua – Nilai Z… Artinya: 👉 Jika penghasilan bersih seorang Muslim mencapai minimal Rp7.640.144 per bulan, maka ia telah wajib mengeluarkan zakat profesi sebesar 2,5%. 4️⃣ Perdebatan Standar Nisab: Emas vs Zira’ah Dalam kajian Muzakarah Nisab 2026, terdapat pembahasan mendalam terkait standar nisab, yaitu: A. Standar Emas (85 gram) Mengacu pada PMA No. 31 Tahun 2019, nisab zakat pendapatan ditetapkan sebesar 85 gram emas Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… B. Standar Zira’ah (Pertanian – 653 kg hasil bumi) Sebagian ulama dan daerah menggunakan pendekatan qiyas syabah dengan nisab 653 kg hasil bumi Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… Pendekatan ini digunakan oleh beberapa BAZNAS daerah dengan kadar tetap 2,5% Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… Namun, untuk tahun 2026 secara nasional, BAZNAS RI melalui SK Ketua menetapkan standar resmi menggunakan 85 gram emas 015 – 2026 – SK Ketua – Nilai Z… 5️⃣ Waktu Penunaian Zakat Profesi Berdasarkan pendekatan qiyas syabah: Zakat ditunaikan saat menerima penghasilan (tanpa menunggu haul satu tahun) Mengikuti analogi zakat pertanian yang dibayarkan saat “panen” Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… Dengan demikian, zakat profesi dapat dibayarkan: Setiap menerima gaji (bulanan), atau Diakumulasi dan dibayarkan tahunan. Baca juga : Dari Amanah Menjadi Manfaat: 17 Program LAZISNUR Menjangkau 973 Penerima Manfaat di Januari 2026 6️⃣ Contoh Perhitungan Contoh 1: Gaji bulanan: Rp10.000.000Karena > Rp7.640.144 (nisab bulanan 2026) Zakat = 2,5% × Rp10.000.000= Rp250.000 per bulan Contoh 2: Penghasilan per bulan: Rp6.000.000Karena < Rp7.640.144Maka belum wajib zakat (namun tetap dianjurkan berinfak/sedekah). 7️⃣ Kesimpulan Ketentuan 2026 Berdasarkan dua dokumen resmi tersebut, ketentuan zakat profesi dan jasa tahun 2026 adalah: ✅ Nisab: 85 gram emas✅ Nilai nisab 2026: Rp91.681.728/tahun atau Rp7.640.144/bulan 015 – 2026 – SK Ketua – Nilai Z… ✅ Kadar zakat: 2,5% Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… ✅ Dibayarkan saat menerima penghasilan (tanpa menunggu haul) Nisab Zakat 2026_Muzakarah Nisa… Tunaikan Zakat Profesi Anda di Lazisnur Zakat profesi yang Anda tunaikan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga instrumen distribusi keadilan sosial dan penguatan ekonomi umat. Lazisnur siap membantu penyaluran zakat profesi Anda secara amanah, transparan, dan tepat sasaran kepada mustahik yang berhak. 📌 Konsultasi zakat dan hitung zakat profesi Anda melalui layanan Lazisnur.📌 Tunaikan zakat sekarang dan jadikan penghasilan Anda lebih berkah.

LAZISNUR Hadiri Peluncuran Indonesia Berdaya, Perkuat Sinergi Nasional Turunkan Kemiskinan

Upaya menurunkan kemiskinan nasional membutuhkan kerja kolektif lintas sektor. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi nyata antara kementerian, lembaga, filantropi, organisasi keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat. Semangat inilah yang diwujudkan dalam Peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 15.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Istiqlal. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat sebagai bentuk konsolidasi nasional dalam memperkuat gerakan pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Mengusung tema “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”, acara ini menjadi momentum penting menyatukan langkah menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam peluncuran ini, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dr. (HC) H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D., Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA., Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar, Ketua Umum Forum Zakat Wildhan Dewayana, S.T., M.Si., serta Ketua Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia Rizal Algamar. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan kuatnya komitmen lintas sektor dalam gerakan pemberdayaan nasional. Baca Juga : Dari Amanah Menjadi Manfaat: 17 Program LAZISNUR Menjangkau 973 Penerima Manfaat di Januari 2026 Program Nyata untuk Pemberdayaan Peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi langsung diiringi dengan program konkret, antara lain: 1.000 Bingkisan Pendidikan untuk Anak Yatim 10.000 Porsi Buka Puasa Bergizi Simbolisasi Pelepasan Bantuan untuk Sumatera Peluncuran Pelatihan Wirausaha Dhuafa dan Disabilitas Program-program tersebut menunjukkan bahwa fokus gerakan ini bukan sekadar memberi bantuan, tetapi membangun kemandirian. Penguatan UMKM, pendidikan vokasi, program padat karya, hingga transformasi mustahik menjadi muzaki menjadi arah utama gerakan ini. Pendekatan pemberdayaan menjadi kunci. Mustahik tidak hanya dibantu untuk bertahan, tetapi didorong agar mampu berkembang dan pada akhirnya menjadi muzaki—berubah dari penerima menjadi pemberi. Inilah esensi Indonesia Berdaya. Sinergi untuk Target Nasional Data menunjukkan bahwa angka kemiskinan Indonesia telah turun menjadi 8,25% pada September 2025. Capaian ini patut diapresiasi, namun pekerjaan besar masih menanti. Target nasional adalah menurunkan angka kemiskinan menjadi 5% pada 2029 sekaligus menghapus kemiskinan ekstrem. Melalui Gerakan Indonesia Berdaya, pemerintah mendorong sinergi yang lebih kuat agar tren penurunan ini terus berlanjut. Kolaborasi antara kebijakan negara, dukungan filantropi, partisipasi dunia usaha, dan peran aktif masyarakat diyakini mampu mempercepat pencapaian target tersebut. Baca Juga : Dari Amanah Menjadi Harapan: Laporan Kinerja Lazisnur 2025 Komitmen LAZISNUR dalam Gerakan Indonesia Berdaya Dalam momentum peluncuran ini, LAZISNUR turut hadir sebagai bagian dari jaringan filantropi nasional yang mendukung penuh gerakan pemberdayaan. LAZISNUR diwakili oleh Direktur Marketing yang hadir langsung dalam acara tersebut sebagai bentuk komitmen untuk bersinergi menyukseskan program Indonesia Berdaya. Bagi LAZISNUR, gerakan ini sejalan dengan misi pengelolaan zakat yang produktif dan berkelanjutan. Melalui program penguatan ekonomi umat, bantuan pendidikan, serta pendampingan usaha mikro, LAZISNUR siap mengambil peran dalam mempercepat transformasi mustahik menjadi muzaki. Kolaborasi ini juga memperkuat posisi lembaga filantropi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial. Dengan pendekatan berbasis pemberdayaan, zakat dan dana sosial keagamaan dapat menjadi instrumen efektif dalam mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan. Bergerak Bersama, Bangkit Berdaya Peluncuran yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube @Kemenkopmri ini menjadi simbol dimulainya gerakan kolektif yang lebih terstruktur. Indonesia Berdaya bukan sekadar program, tetapi gerakan nasional. Semangat yang diusung sederhana namun kuat:Bergerak, bergerak, berdaya! Ketika pemerintah, filantropi, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, maka cita-cita menurunkan kemiskinan hingga 5% pada 2029 bukanlah hal yang mustahil. Kolaborasi Indonesia Berdaya menjadi langkah nyata menuju Indonesia yang lebih mandiri, inklusif, dan sejahtera.

LAZISNUR dan DQWS Teken MoU Safari Dakwah Ramadhan Dengan Tema Ramadhan Pulihkan Gaza

Bogor, Kamis, 12 Februari 2026, Lembaga Amil Zakat LAZISNUR resmi menjalin kerja sama strategis dengan Darul Qur’an Wa Sunnah (DQWS) dalam Program Safari Dakwah Ramadhan bertema “Ramadhan Pulihkan Gaza”. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilaksanakan di Kantor LAZISNUR, Bogor, sebagai langkah awal kolaborasi dakwah dan kemanusiaan sepanjang bulan suci Ramadhan. Safari Dakwah Ramadhan ini bertujuan untuk menyuarakan syiar dakwah tentang perjuangan dan kondisi kemanusiaan rakyat Palestina, mempererat hubungan antara ulama Palestina dengan masyarakat Indonesia, serta menguatkan syiar dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. MoU tersebut secara resmi ditandatangani oleh Direktur Marketing LAZISNUR, Yusuf Cakhyono, dan Direktur Relationship DQWS Indonesia, Syekh Bassam Duwaimah, yang juga akan terlibat langsung sebagai narasumber dalam rangkaian Safari Dakwah Ramadhan bersama Syekh Palestina. Turut hadir dalam seremoni tersebut Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) LAZISNUR, Ustadz Junihardi, Lc., MA, serta Direktur Utama LAZISNUR, Hadhi Saptiono. Momentum ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan dakwah yang bukan hanya menguatkan spiritualitas umat, tetapi juga membangkitkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan global. Menguatkan Syiar, Menggerakkan Kepedulian Program Safari Dakwah Ramadhan ini akan dilaksanakan dengan menggandeng masjid-masjid dan sekolah-sekolah di Kabupaten Bogor. Rangkaian kegiatan meliputi: Kajian iftar jama’i (buka puasa bersama) Shalat tarawih berjamaah Kajian ba’da Subuh Penyampaian pesan kemanusiaan tentang kondisi Gaza Melalui tema “Ramadhan Pulihkan Gaza”, LAZISNUR dan DQWS ingin mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum refleksi, doa, dan aksi nyata untuk saudara-saudara di Palestina. Direktur Utama LAZISNUR, Hadhi Saptiono, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memperluas dampak dakwah dan kemanusiaan. “Ramadhan bukan hanya bulan ibadah personal, tetapi juga bulan kepedulian sosial. Melalui Safari Dakwah ini, kami ingin menghadirkan ruang edukasi, empati, dan solidaritas nyata untuk pemulihan Gaza,” ujarnya. Sementara itu, Syekh Bassam Duwaimah menegaskan bahwa dukungan umat Islam Indonesia memiliki arti besar bagi rakyat Palestina. Menurutnya, doa, dakwah, dan solidaritas yang terus mengalir menjadi kekuatan moral yang sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan Gaza. Baca Juga : Info Grafis Kinerja Lembaga Komitmen Kolaborasi Dakwah Global Kerja sama ini diharapkan menjadi sarana penguatan ukhuwah Islamiyah antara ulama Palestina dan masyarakat Indonesia, sekaligus memperluas syiar dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dengan ditandatanganinya MoU ini, LAZISNUR dan DQWS optimis bahwa Safari Dakwah Ramadhan akan menjadi salah satu program unggulan Ramadhan tahun ini, yang tidak hanya menguatkan iman umat, tetapi juga menggerakkan kepedulian nyata untuk Palestina. Bagi masjid dan sekolah yang ingin berkolaborasi dalam Program Safari Dakwah Ramadhan, dapat menghubungi tim LAZISNUR untuk mendapatkan informasi jadwal dan teknis pelaksanaan.

Mindful Worship Ramadhan: 30 Hari Menghadirkan Hati dalam Ibadah

Pendahuluan: Ibadah yang Terasa Kosong? Banyak dari kita menjalani Ramadhan dengan jadwal yang padat: sahur, puasa, bekerja, berbuka, tarawih, lalu tidur. Semua dilakukan dengan benar secara syariat, tetapi diam-diam ada pertanyaan yang sering muncul di hati: mengapa ibadah terasa lelah, datar, bahkan kosong? Di sinilah konsep Mindful Worship menjadi relevan. Mindful Worship bukan ibadah baru, bukan pula konsep asing dalam Islam. Ia adalah upaya mengembalikan ibadah ke tempat asalnya: hadirnya hati di hadapan Allah. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melatihnya. Artikel ini merangkum perjalanan 30 hari Mindful Worship Ramadhan—sebuah ikhtiar sederhana agar ibadah tidak hanya sah, tetapi juga hidup dan bermakna. Apa Itu Mindful Worship? Mindful Worship adalah ibadah yang dilakukan dengan kesadaran penuh, menghadirkan hati, niat, dan perhatian kepada Allah dalam setiap amalan. Dalam Islam, konsep ini sangat dekat dengan makna ihsan: “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim) Mindfulness dalam ibadah bukan berarti harus selalu khusyuk sempurna, tetapi sadar ketika hati pergi dan dengan lembut mengembalikannya. Tanpa menghakimi diri, tanpa putus asa. Mengapa Ramadhan adalah Waktu Terbaik? Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan penyucian jiwa, dan bulan pelatihan ruhani. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Takwa bukan hanya soal menahan lapar, tetapi kesadaran terus-menerus akan kehadiran Allah. Puasa melatih jeda—dan jeda adalah pintu kesadaran. Tema Besar Mindful Worship 30 Hari Perjalanan 30 hari Mindful Worship dibagi menjadi tiga fase besar, selaras dengan perjalanan hati manusia di bulan Ramadhan. Hari 1–10: Menyadari Diri Fase ini adalah fase bangun. Kita belajar menyadari niat, emosi, kebiasaan, dan kelelahan hati. Niat: Meluruskan tujuan ibadah, bukan sekadar rutinitas. Puasa & Emosi: Menyadari bahwa puasa adalah cermin hati. Salat: Menghadirkan diri, bukan hanya raga. Kesibukan: Belajar berhenti sejenak di tengah padatnya aktivitas. Hati yang Lelah: Mengakui lelah tanpa merasa gagal. Rasulullah ﷺ bersabda: “Betapa banyak orang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad) Hadis ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membangunkan kesadaran. Hari 11–20: Membersihkan Hati Fase ini adalah fase pemurnian. Setelah sadar, kita mulai membersihkan. Mengikhlaskan niat Memaafkan diri dan orang lain Melatih sabar dan syukur Menenangkan hati dari iri dan keluh Allah berfirman: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.” (QS. Asy-Syams: 9) Mindful Worship di fase ini mengajak kita jujur pada isi hati, lalu membawanya pulang kepada Allah melalui doa dan istighfar. Hari 21–30: Menghadirkan Allah Ini adalah fase kedalaman. Fokusnya bukan lagi pada diri, tetapi pada Allah. I’tikaf batin di tengah aktivitas Doa yang lebih jujur dan personal Menyambut Lailatul Qadar dengan kehadiran hati Melepas dunia, walau sejenak Allah berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.” (QS. Al-Baqarah: 186) Mindful Worship di sepuluh hari terakhir adalah tentang kedekatan, bukan kesempurnaan. 🌱 Jadikan Mindful Worship Lebih Nyata Mindful Worship bukan hanya untuk direnungkan, tetapi juga untuk diamalkan dan dibagikan. Jika tulisan ini mengetuk hatimu, kamu bisa melanjutkan perjalanan ini melalui e-book “Mindful Worship Ramadhan: 30 Hari Menghadirkan Hati dalam Ibadah”. E-book ini dirancang ringan, reflektif, dan praktis—mendampingi Ramadhanmu hari demi hari agar ibadah tidak sekadar rutinitas, tetapi benar-benar terasa. 👉 [Dapatkan e-book Mindful Worship Ramadhan di sini] Mindful Worship dalam Amalan Sehari-hari Mindful Worship tidak berhenti di masjid atau sajadah. Saat bekerja: bekerja dengan niat amanah Saat berbicara: memilih kata dengan sadar Saat memberi: infak sebagai latihan ikhlas Saat lelah: istirahat sebagai ibadah Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap kebaikan adalah sedekah.” (HR. Muslim) Artinya, kehadiran hati mengubah hal biasa menjadi ibadah. Tantangan dalam Mindful Worship Tidak semua hari terasa khusyuk. Ada hari kosong, berat, dan penuh distraksi. Itu manusiawi. Mindful Worship tidak meminta kita untuk selalu berhasil, tetapi selalu kembali. Allah mencintai hamba yang terus kembali kepada-Nya. Setelah Ramadhan: Menjaga Kesadaran Tujuan Ramadhan bukan hanya menjadi baik selama sebulan, tetapi membawa ruhnya ke bulan-bulan setelahnya. Mulailah dari yang kecil: Satu doa dengan sadar Satu salat dengan hadir Satu kebaikan dengan ikhlas Istiqamah bukan tentang banyaknya amalan, tetapi kehadiran hati yang terus dijaga. 🌿 Penutup: Ibadah yang Hidup   Mindful Worship mengingatkan kita bahwa Allah tidak mencari ibadah yang sempurna, tetapi hati yang kembali. Semoga Ramadhan tidak hanya mengubah jadwal kita, tetapi juga menghidupkan hati kita. “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim) Semoga kita termasuk hamba yang beribadah dengan sadar, rendah hati, dan penuh harap. Aamiin. ✨ Ingin memperdalam Mindful Worship sepanjang Ramadhan? Unduh e-book “Mindful Worship Ramadhan: 30 Hari Menghadirkan Hati dalam Ibadah” dan jadikan setiap harimu lebih hadir, tenang, dan bermakna. 👉E – BOOK MINDFUL WORSHIP

Dari Amanah Menjadi Manfaat: 17 Program LAZISNUR Menjangkau 973 Penerima Manfaat di Januari 2026

Sepanjang Januari 2026, LAZISNUR terus mengikhtiarkan amanah para donatur melalui berbagai program yang menyentuh aspek dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta sosial kemanusiaan. Seluruh program dirancang agar tidak hanya membantu secara sesaat, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan yang berkelanjutan. Berikut narasi pelaksanaan program secara rinci: 📘 BIDANG DAKWAH Bantuan Masjid & Mushola LAZISNUR menyalurkan bantuan untuk 1 masjid/mushola di 1 desa, 1 kecamatan, 1 kabupaten, sebagai bentuk dukungan terhadap pusat ibadah dan kegiatan umat. Bantuan sebesar Rp180.000 ini diharapkan dapat membantu keberlangsungan aktivitas keagamaan masyarakat. Kafalah Dai Melalui program Kafalah Dai, LAZISNUR mendukung 23 dai yang berdakwah di 7 desa dan 6 kecamatan. Bantuan senilai Rp24.725.000 diberikan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan agar para dai dapat terus mengabdi membina umat hingga ke pelosok. Literasi Islam Program Literasi Islam menjangkau 50 penerima manfaat individu di 1 desa dan 1 kecamatan. Bantuan sebesar Rp2.750.000 difokuskan untuk meningkatkan pemahaman keislaman masyarakat melalui sarana edukasi keagamaan. Peduli Majelis Taklim LAZISNUR juga mendukung 1 majelis taklim di 1 desa dan 1 kecamatan dengan bantuan Rp7.000.000, guna memperkuat peran majelis taklim sebagai ruang pembinaan keislaman dan sosial masyarakat. ➡️ Total Bidang Dakwah:73 individu | 2 lembaga | Rp34.655.000 💼 BIDANG EKONOMI & PEMBERDAYAAN UMKM Hebat Program UMKM Hebat menyasar 2 lembaga UMKM di 2 desa dan 2 kecamatan. Bantuan sebesar Rp30.200.000 difokuskan untuk mendukung penguatan usaha produktif agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan membuka peluang keberlanjutan bagi mustahik. ➡️ Total Bidang Ekonomi & Pemberdayaan:2 lembaga | Rp30.200.000 🩺 BIDANG KESEHATAN Bantuan Berobat Sebanyak 3 penerima manfaat individu di 2 desa dan 2 kecamatan menerima bantuan biaya berobat. Dana sebesar Rp1.016.176 membantu meringankan beban mustahik dalam mengakses layanan kesehatan. Layanan Kesehatan Gratis Program ini menjangkau 22 penerima manfaat individu dan 1 lembaga di 1 desa dan 1 kecamatan, dengan total bantuan Rp15.000.000. Layanan ini menjadi bentuk kepedulian LAZISNUR dalam memastikan kesehatan tetap dapat diakses oleh masyarakat dhuafa. ➡️ Total Bidang Kesehatan:25 individu | 1 lembaga | Rp16.016.176 🎓 BIDANG PENDIDIKAN Bantuan Biaya Pendidikan LAZISNUR membantu 151 siswa di 5 desa dan 3 kecamatan dengan total bantuan Rp69.700.000, guna memastikan pendidikan tetap berlanjut tanpa terhambat kendala biaya. Bantuan Rumah Qur’an Sebanyak 1 Rumah Qur’an menerima bantuan Rp400.000 untuk mendukung aktivitas pendidikan Al-Qur’an di masyarakat. Beasiswa Si Hebat Program unggulan ini menjangkau 236 penerima manfaat dan 4 lembaga di 4 desa dan 3 kecamatan, dengan total bantuan Rp44.325.000, sebagai upaya mencetak generasi tangguh dan berdaya saing. Edukasi Melalui program Edukasi, LAZISNUR menjangkau 224 penerima manfaat dan 1 lembaga di 3 desa dan 2 kecamatan, dengan bantuan Rp4.200.000. PPQ (Pusat Pendidikan Qur’an) Program PPQ mendukung 60 santri dan 1 lembaga di 1 desa dan 1 kecamatan, dengan total bantuan Rp7.610.000 untuk menjaga keberlangsungan pendidikan tahfidz. ➡️ Total Bidang Pendidikan:671 individu | 7 lembaga | Rp126.235.000 Baca Juga : Dari Amanah Menjadi Harapan: Laporan Kinerja Lazisnur 2025 🤝 BIDANG SOSIAL KEMANUSIAAN Bantuan Makan Sebanyak 75 penerima manfaat menerima bantuan pemenuhan pangan di 1 desa dan 1 kecamatan, dengan dana Rp5.000.000. Bantuan RTLH Program Rumah Tidak Layak Huni membantu 1 penerima manfaat dengan bantuan Rp5.000.000, guna menghadirkan hunian yang lebih layak. Peduli Dunia Islam LAZISNUR menyalurkan bantuan kemanusiaan lintas wilayah kepada 1 lembaga, dengan total bantuan Rp21.700.000. Program Air Bersih Program ini mendukung 1 lembaga dalam penyediaan air bersih dengan total bantuan Rp20.800.000, sebagai solusi kebutuhan dasar masyarakat. Proteksi Keluarga Mustahik Sebanyak 2 penerima manfaat mendapatkan perlindungan dasar dengan bantuan Rp424.320. Santunan Yatim LAZISNUR menyalurkan santunan kepada 6 anak yatim di 1 desa dan 1 kecamatan, dengan total Rp1.000.000. Tanggap Bencana Dalam respon kebencanaan, 120 penerima manfaat dan 1 lembaga menerima bantuan darurat senilai Rp3.500.000. ➡️ Total Bidang Sosial Kemanusiaan:204 individu | 3 lembaga | Rp57.424.320 Penutup: Amanah yang Terus Dijaga Total keseluruhan program Januari 2026: 17 program 973 penerima manfaat individu 15 lembaga Total dana tersalurkan Rp264.530.496 Setiap angka dalam laporan ini adalah cerita tentang harapan, ikhtiar, dan doa. Terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan amanahnya kepada LAZISNUR. Bersama, kita terus menebar manfaat dan menguatkan umat.

Scroll to Top