LAZISNUR Hadiri Peluncuran Indonesia Berdaya, Perkuat Sinergi Nasional Turunkan Kemiskinan

Upaya menurunkan kemiskinan nasional membutuhkan kerja kolektif lintas sektor. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi nyata antara kementerian, lembaga, filantropi, organisasi keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat. Semangat inilah yang diwujudkan dalam Peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 15.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Istiqlal. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat sebagai bentuk konsolidasi nasional dalam memperkuat gerakan pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Mengusung tema “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”, acara ini menjadi momentum penting menyatukan langkah menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam peluncuran ini, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dr. (HC) H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D., Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA., Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar, Ketua Umum Forum Zakat Wildhan Dewayana, S.T., M.Si., serta Ketua Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia Rizal Algamar. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan kuatnya komitmen lintas sektor dalam gerakan pemberdayaan nasional. Baca Juga : Dari Amanah Menjadi Manfaat: 17 Program LAZISNUR Menjangkau 973 Penerima Manfaat di Januari 2026 Program Nyata untuk Pemberdayaan Peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi langsung diiringi dengan program konkret, antara lain: 1.000 Bingkisan Pendidikan untuk Anak Yatim 10.000 Porsi Buka Puasa Bergizi Simbolisasi Pelepasan Bantuan untuk Sumatera Peluncuran Pelatihan Wirausaha Dhuafa dan Disabilitas Program-program tersebut menunjukkan bahwa fokus gerakan ini bukan sekadar memberi bantuan, tetapi membangun kemandirian. Penguatan UMKM, pendidikan vokasi, program padat karya, hingga transformasi mustahik menjadi muzaki menjadi arah utama gerakan ini. Pendekatan pemberdayaan menjadi kunci. Mustahik tidak hanya dibantu untuk bertahan, tetapi didorong agar mampu berkembang dan pada akhirnya menjadi muzaki—berubah dari penerima menjadi pemberi. Inilah esensi Indonesia Berdaya. Sinergi untuk Target Nasional Data menunjukkan bahwa angka kemiskinan Indonesia telah turun menjadi 8,25% pada September 2025. Capaian ini patut diapresiasi, namun pekerjaan besar masih menanti. Target nasional adalah menurunkan angka kemiskinan menjadi 5% pada 2029 sekaligus menghapus kemiskinan ekstrem. Melalui Gerakan Indonesia Berdaya, pemerintah mendorong sinergi yang lebih kuat agar tren penurunan ini terus berlanjut. Kolaborasi antara kebijakan negara, dukungan filantropi, partisipasi dunia usaha, dan peran aktif masyarakat diyakini mampu mempercepat pencapaian target tersebut. Baca Juga : Dari Amanah Menjadi Harapan: Laporan Kinerja Lazisnur 2025 Komitmen LAZISNUR dalam Gerakan Indonesia Berdaya Dalam momentum peluncuran ini, LAZISNUR turut hadir sebagai bagian dari jaringan filantropi nasional yang mendukung penuh gerakan pemberdayaan. LAZISNUR diwakili oleh Direktur Marketing yang hadir langsung dalam acara tersebut sebagai bentuk komitmen untuk bersinergi menyukseskan program Indonesia Berdaya. Bagi LAZISNUR, gerakan ini sejalan dengan misi pengelolaan zakat yang produktif dan berkelanjutan. Melalui program penguatan ekonomi umat, bantuan pendidikan, serta pendampingan usaha mikro, LAZISNUR siap mengambil peran dalam mempercepat transformasi mustahik menjadi muzaki. Kolaborasi ini juga memperkuat posisi lembaga filantropi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial. Dengan pendekatan berbasis pemberdayaan, zakat dan dana sosial keagamaan dapat menjadi instrumen efektif dalam mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan. Bergerak Bersama, Bangkit Berdaya Peluncuran yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube @Kemenkopmri ini menjadi simbol dimulainya gerakan kolektif yang lebih terstruktur. Indonesia Berdaya bukan sekadar program, tetapi gerakan nasional. Semangat yang diusung sederhana namun kuat:Bergerak, bergerak, berdaya! Ketika pemerintah, filantropi, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, maka cita-cita menurunkan kemiskinan hingga 5% pada 2029 bukanlah hal yang mustahil. Kolaborasi Indonesia Berdaya menjadi langkah nyata menuju Indonesia yang lebih mandiri, inklusif, dan sejahtera.