Bulan Rabiul Awal selalu menjadi bulan yang penuh dengan cahaya, karena di bulan inilah lahir manusia agung yang membawa rahmat bagi semesta alam, Nabi Muhammad SAW. Di seluruh penjuru dunia, kaum muslimin merayakan Maulid Nabi dengan berbagai cara: ada yang menggelar majelis ilmu, shalawat bersama, hingga aksi nyata dalam bentuk kepedulian sosial.
Tahun ini, Lazisnur bersama beberapa RA (Raudhatul Athfal) dan KB (Kelompok Bermain) di wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor, mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan semarak. Kegiatan ini bukan hanya sekadar memperingati hari kelahiran Nabi, tetapi juga mengajak anak-anak, guru, dan orang tua untuk belajar tentang akhlak Rasulullah, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Palestina yang hingga hari ini masih menghadapi ujian berat.
RA dan KB yang ikut serta antara lain:
RA Ar Ridho
KB Annur
RA Al Istiqomah
RA Hafiroh Awaliyah
Dengan rangkaian acara berupa dongeng Islami, taujih (motivasi dan nasihat), hingga aksi penggalangan dana untuk Palestina, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter sejak dini sekaligus ladang amal jariyah.

Dongeng Islami: Belajar Akhlak Rasulullah dari Kisah yang Menginspirasi
Anak-anak adalah peniru ulung. Cara terbaik mengajarkan mereka tentang Rasulullah SAW bukan hanya melalui teks, tetapi lewat cerita yang hidup dan menyentuh hati. Dalam kegiatan Maulid kali ini, Lazisnur menghadirkan pendongeng Islami yang membawakan kisah-kisah sederhana tentang Nabi Muhammad SAW.
Kisah yang diceritakan antara lain:
Kisah Rasulullah yang selalu jujur (Al-Amin): sejak kecil Nabi dikenal sebagai orang yang terpercaya, sehingga menjadi teladan bagi anak-anak agar selalu berkata jujur.
Kisah kasih sayang Rasulullah kepada anak-anak: bagaimana Nabi selalu menyapa, menggendong, bahkan bercanda dengan anak kecil, menumbuhkan rasa cinta anak-anak kepada beliau.
Kisah Rasulullah yang suka menolong sesama: meski sederhana, beliau selalu membantu orang miskin dan peduli pada tetangga.
Dengan gaya bahasa yang penuh ekspresi, dongeng ini membuat anak-anak terhanyut dan mudah memahami nilai akhlak mulia yang bisa mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbagi, jujur, sopan, dan menyayangi teman.
Taujih: Meneladani Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari
Selain dongeng untuk anak-anak, kegiatan ini juga diisi dengan taujih atau nasihat Islami yang ditujukan kepada guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.
Pesan utama taujih adalah bagaimana kita sebagai umat Islam meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)
Beberapa poin penting dalam taujih antara lain:
Menumbuhkan cinta kepada Rasulullah dengan memperbanyak shalawat dan meneladani sikap beliau.
Mendidik anak dengan cinta seperti Rasulullah yang sangat lembut terhadap keluarga dan anak kecil.
Menanamkan kepedulian sosial karena Rasulullah tidak pernah membiarkan tetangganya lapar, apalagi membiarkan saudara seiman tertindas.
Menyikapi kondisi Palestina sebagai ujian bagi umat Islam untuk bersatu dan menunjukkan solidaritas nyata.
Taujih ini menjadi pengingat bahwa memperingati Maulid Nabi tidak hanya sekadar seremonial, tetapi harus berdampak pada perubahan sikap kita sehari-hari.
Aksi Kepedulian: Penggalangan Dana untuk Palestina
Puncak kegiatan Maulid Nabi kali ini adalah aksi penggalangan dana untuk Palestina. Setelah anak-anak mendengar dongeng dan orang tua mendapatkan taujih, panitia mengajak semua peserta untuk ikut serta dalam amal shalih dengan menyisihkan sebagian rezekinya.
Kenapa Palestina?
Karena Palestina adalah tanah suci ketiga umat Islam, tempat berdirinya Masjid Al-Aqsa.
Karena Rasulullah SAW pernah melaksanakan Isra’ Mi’raj dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.
Karena hingga hari ini, rakyat Palestina masih menghadapi penindasan, kehilangan rumah, dan terbatasnya akses makanan serta kesehatan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan…”
(QS. Al-Anfal: 72)
Melalui ayat ini, kita diingatkan bahwa kepedulian terhadap Palestina adalah wujud nyata iman kita.
Alhamdulillah, partisipasi orang tua murid, guru, dan masyarakat dalam penggalangan dana ini sangat luar biasa. Hasil donasi akan disalurkan melalui Lazisnur untuk diteruskan kepada rakyat Palestina dalam bentuk bantuan kemanusiaan.
Suasana Penuh Kebahagiaan dan Haru
Kegiatan Maulid ini berlangsung penuh kehangatan. Anak-anak tampak antusias mengikuti dongeng, bahkan ada yang menirukan kisah dengan polosnya. Para guru dan orang tua terharu mendengar nasihat tentang cinta Rasulullah dan kepedulian terhadap Palestina.
Suasana semakin syahdu ketika seluruh peserta bersama-sama bershalawat, memuji Nabi Muhammad SAW, sambil mendoakan keselamatan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Inilah bukti bahwa semangat Maulid Nabi mampu menggerakkan hati, menyatukan cinta kepada Rasulullah sekaligus menyalurkan kepedulian terhadap umat Islam lainnya.
Maulid Nabi sebagai Momentum Pendidikan Karakter
Kegiatan ini memberikan pelajaran penting bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga momentum membentuk karakter generasi muda.
Anak-anak belajar akhlak Nabi melalui cerita.
Guru dan orang tua belajar dari taujih untuk lebih sabar dan penuh kasih sayang.
Masyarakat belajar untuk menyalurkan cinta Nabi melalui aksi sosial dan kepedulian terhadap Palestina.
Rasulullah bersabda:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.”
(HR. Muslim)
Hadis ini sejalan dengan semangat Maulid kali ini: membentuk rasa satu tubuh umat Islam, termasuk dengan Palestina.
Penutup: Meneladani Rasulullah, Peduli Sesama
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Lazisnur bersama RA Ar Ridho, KB Annur, RA Al Istiqomah, dan RA Hafiroh Awaliyah di Bojonggede bukan hanya sekadar acara rutin tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi, dakwah, sekaligus aksi nyata kepedulian.
Dari dongeng, anak-anak belajar tentang kasih sayang dan kejujuran Rasulullah.
Dari taujih, orang tua dan guru diingatkan untuk meneladani akhlak beliau dalam keluarga.
Dari penggalangan dana Palestina, kita semua belajar bahwa cinta Rasulullah harus diwujudkan dengan kepedulian kepada umat Islam di seluruh dunia.
Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah, memperkuat iman, dan menumbuhkan generasi yang mencintai Rasulullah SAW serta peduli terhadap sesama. Dan semoga Allah SWT segera memberikan kemenangan dan kemerdekaan bagi Palestina, serta mengumpulkan kita semua kelak bersama Rasulullah di surga-Nya.
Wallahu a’lam.
