Author name: Yusuf Cakhyono

FOMO Sedekah: Tren Kebaikan di Bulan Ramadhan yang Wajib Kamu Ikuti

Ramadhan bukan hanya bulan penuh ibadah, tetapi juga momen terbaik untuk berbagi. Salah satu fenomena yang semakin marak adalah FOMO Sedekah atau Fear of Missing Out dalam bersedekah. Tren ini muncul akibat meningkatnya kesadaran sosial dan kemudahan dalam berdonasi melalui berbagai platform digital. Lalu, bagaimana fenomena ini berkembang, dan bagaimana kita bisa ikut serta dengan cara yang lebih bermakna? Apa Itu FOMO Sedekah? FOMO Sedekah mengacu pada perasaan takut ketinggalan dalam berbuat kebaikan, terutama dalam bersedekah selama Ramadhan. Banyak orang berlomba-lomba untuk berdonasi karena melihat teman, keluarga, atau influencer melakukan hal yang sama. Fenomena ini semakin kuat dengan adanya media sosial dan platform crowdfunding yang mendorong transparansi serta partisipasi publik. Fenomena ini sebenarnya memiliki dampak positif, karena memotivasi lebih banyak orang untuk berbagi. Namun, penting juga untuk memastikan bahwa semangat bersedekah ini bukan sekadar tren, melainkan menjadi kebiasaan yang tulus dan berkelanjutan. Penyebab Munculnya FOMO Sedekah Beberapa faktor yang mendorong fenomena FOMO Sedekah, antara lain: Pengaruh Media Sosial Banyak influencer dan tokoh publik yang mengajak pengikutnya untuk berdonasi. Postingan tentang aksi sosial di media sosial memicu orang lain untuk ikut serta. Tantangan kebaikan seperti “Sedekah Seribu Sehari” semakin populer. Kemudahan Teknologi Kehadiran aplikasi dan platform crowdfunding seperti Kitabisa, Dompet Dhuafa, dan lainnya memudahkan orang untuk berdonasi kapan saja. Fitur transfer online dan QRIS memungkinkan sedekah tanpa batasan tempat dan waktu. Kampanye dari Lembaga Amal Banyak lembaga amal memanfaatkan momen Ramadhan dengan berbagai kampanye menarik. Program seperti Sedekah Berbuka, Wakaf Al-Qur’an, dan Beasiswa Yatim semakin diminati. Pahala yang Berlipat Ganda di Bulan Ramadhan Keyakinan bahwa pahala sedekah di bulan Ramadhan berlipat ganda menjadi pendorong utama. Hadis Nabi Muhammad SAW: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi). Dampak Positif FOMO Sedekah Fenomena FOMO Sedekah membawa berbagai dampak positif bagi individu dan masyarakat, di antaranya: Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat semakin sadar akan pentingnya membantu sesama. Membantu mereka yang kurang mampu mendapatkan kebutuhan dasar. Memudahkan Penyaluran Dana Sosial Lembaga sosial mendapatkan lebih banyak dana untuk program-program mereka. Proyek kemanusiaan lebih mudah direalisasikan karena partisipasi masyarakat meningkat. Mendorong Perilaku Filantropi Jangka Panjang Orang yang terbiasa bersedekah di bulan Ramadhan cenderung melanjutkan kebiasaan ini sepanjang tahun. Membentuk karakter dermawan dalam masyarakat. Baca Juga : Lazisnur Salurkan 100 Paket Buka Puasa untuk Santri Penghafal Quran Potensi Risiko dan Cara Menghindarinya Meskipun memiliki banyak manfaat, FOMO Sedekah juga memiliki beberapa potensi risiko, seperti: Sedekah Karena Ikut-ikutan, Bukan dari Hati Pastikan niat sedekah benar-benar karena ingin membantu, bukan sekadar mengikuti tren. Ingat bahwa sedekah terbaik adalah yang dilakukan dengan tulus. Kurang Teliti dalam Memilih Lembaga Amal Banyaknya platform donasi online membuka celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab. Pastikan memilih lembaga amal yang kredibel dan terpercaya. Tidak Mengatur Keuangan dengan Baik Jangan sampai semangat bersedekah membuat kita melupakan kebutuhan finansial pribadi. Buat anggaran sedekah yang sesuai dengan kemampuan. Cara Ikut Serta dalam FOMO Sedekah dengan Bijak Jika kamu ingin ikut serta dalam tren ini, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan: Tentukan Program yang Sesuai dengan Passion Jika kamu peduli dengan pendidikan, pilih program beasiswa. Jika ingin membantu fakir miskin, pilih program sembako atau berbagi buka puasa. Gunakan Teknologi untuk Mempermudah Donasi Manfaatkan fitur autodebit agar bisa bersedekah secara rutin. Bergabung dalam komunitas yang memiliki program donasi berkelanjutan. Sebarkan Inspirasi, Bukan Sekadar Pamer Jika ingin membagikan momen bersedekah di media sosial, lakukan dengan niat menginspirasi. Hindari pamer jumlah donasi atau membandingkan dengan orang lain. Ajak Teman dan Keluarga untuk Ikut Serta Mulai tantangan kebaikan di grup WhatsApp atau media sosial. Bersama-sama membuat kegiatan sosial seperti membagikan takjil atau paket sembako. Baca Juga : Fenomena Doom Spending Dan Tinjauan Menurut Islam Kesimpulan FOMO Sedekah adalah fenomena yang bisa membawa banyak manfaat jika dilakukan dengan bijak. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, jadikan momen berbagi sebagai kebiasaan yang tidak hanya berlangsung sementara, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup kita sehari-hari. Dengan niat yang tulus dan pemilihan program yang tepat, kita bisa menjadikan FOMO Sedekah sebagai langkah nyata dalam membantu sesama dan mendapatkan keberkahan. Yuk, manfaatkan momen Ramadhan ini untuk berbagi dan menyebarkan kebaikan! Jangan sampai ketinggalan dalam kebaikan, tapi tetap pastikan niat kita murni karena Allah SWT. Semoga Ramadhan ini menjadi lebih bermakna dengan sedekah yang tulus dan bermanfaat bagi sesama. Aamiin.  

FOMO Sedekah: Tren Kebaikan di Bulan Ramadhan yang Wajib Kamu Ikuti Read More »

Team Rescue Lazisnur Turun Membantu Evakuasi Korban Banjir Bogor

Kabupaten Bogor kembali dilanda bencana akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Ahad sore, 2 Maret 2025. Hujan yang berlangsung dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama menyebabkan sejumlah wilayah mengalami banjir, longsor, serta abrasi dan angin kencang. Akibatnya, beberapa jembatan putus dan ratusan rumah warga terendam air. Bahkan, di kawasan Puncak, banjir telah menyeret seorang warga hingga hanyut terbawa arus sungai. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Aris Nur Jatmiko, menyebutkan bahwa pihaknya mencatat sebanyak 24 kejadian bencana yang tersebar di 16 kecamatan. “Setidaknya kami mencatat ada 24 kejadian bencana, longsor, banjir, abrasi, dan angin kencang yang tersebar di 16 kecamatan. Dampaknya, beberapa jembatan putus dan seratusan rumah terendam banjir. Selain itu, di Cisarua ada korban hanyut dan pagi ini kami akan mulai lakukan pencarian,” ujar Aris pada Senin dinihari, 3 Maret 2025. Menurut Aris, 16 kecamatan yang terdampak bencana meliputi Babakan Madang, Bojonggede, Cisarua, Ciawi, Cijeruk, Ciomas, Cigudeg, Dramaga, Jasinga, Sukaraja, Sukajaya, Megamendung, Sukamakmur, Leuwisadeng, Parungpanjang, dan Tenjo. Dari seluruh daerah terdampak, Kecamatan Cisarua menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Di Kampung Tugu Selatan, setidaknya 119 rumah kebanjiran dan beberapa warga mengalami luka ringan hingga sedang. Para korban luka telah mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit terdekat. “Banjir itu terjadi di kampung pensiunan. Bukan hanya rumah yang terendam, tapi ada juga warga yang mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Selain itu, satu korban atas nama Asep Maulana hanyut terbawa arus di Kampung Pasangrahan,” tambah Aris. BPBD Kabupaten Bogor juga mencatat bahwa dari seluruh kejadian bencana yang terjadi, terdapat tujuh kejadian banjir, 14 kejadian longsor, serta satu kejadian abrasi dan angin kencang. Selain itu, tiga jembatan terputus akibat bencana ini, yaitu dua jembatan di wilayah Cisarua dan satu jembatan penghubung antara Kecamatan Citeureup dan Sukamakmur. Saat ini, BPBD Kabupaten Bogor bersama tim SAR dan relawan sedang melakukan evakuasi serta pencarian terhadap korban yang hanyut. Tim juga berupaya untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, terutama bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor. Di tengah situasi darurat ini, tim Rescue Lazisnur turut turun membantu korban banjir yang terjebak di Perumahan Vila Nusa Indah, Bojong Kulur, Kabupaten Bogor. Dengan penuh semangat, para relawan bergerak cepat mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir serta memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan segera. Semangat kemanusiaan yang ditunjukkan para relawan menjadi harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Bencana ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama di daerah rawan bencana seperti Kabupaten Bogor. Pemerintah daerah pun terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi dampak bencana dan memastikan keselamatan warga. Baca juga : Lazisnur Salurkan 100 Paket Buka Puasa untuk Santri Penghafal Quran  

Team Rescue Lazisnur Turun Membantu Evakuasi Korban Banjir Bogor Read More »

Lazisnur Salurkan 100 Paket Buka Puasa untuk Santri Penghafal Quran

Lazisnur Salurkan 100 Paket Buka Puasa untuk Santri Penghafal Quran Bogor, 2 maret 2025, Lazisnur kembali menyalurkan amanah dari para donatur berupa 100 paket buka puasa untuk para santri penghafal Quran. Kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari program kebaikan yang bertujuan untuk memberikan kebahagiaan bagi santri dalam menikmati hidangan berbuka yang berkah. Sebagai lembaga amil zakat yang berkomitmen dalam membantu yatim dan dhuafa, Lazisnur terus berupaya memberikan manfaat terbaik melalui berbagai program sosial dan keagamaan. Dalam kesempatan ini, para santri yang sedang menempuh pendidikan dan menghafal Al-Quran dapat merasakan nikmatnya berbuka dengan hidangan yang bergizi dan penuh keberkahan. Para santri begitu antusias dan bersyukur atas kepedulian dari para donatur yang telah berbagi rezeki. Kebersamaan dalam menikmati hidangan berbuka ini menjadi momen istimewa yang semakin menguatkan semangat mereka dalam menghafal dan mengamalkan Al-Quran. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam program ini. Setiap kebaikan yang diberikan insyaAllah akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Bagi Teman Baik yang ingin turut serta dalam program berbagi kebaikan bersama Lazisnur, dapat menyalurkan donasinya melalui kanal donasi yang tersedia. Semoga setiap sedekah yang diberikan membawa keberkahan bagi kita semua. Aamiin. Baca juga : Kafarat dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Dalil Al-Qur’an yang Wajib Diketahui #BerbagiBerkah #BukaPuasaBersama #SantriPenghafalQuran #Lazisnur

Lazisnur Salurkan 100 Paket Buka Puasa untuk Santri Penghafal Quran Read More »

Kafarat dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Dalil Al-Qur’an yang Wajib Diketahui

Dalam Islam, kafarat merupakan salah satu konsep penting yang berkaitan dengan penebusan dosa atau kesalahan yang dilakukan oleh seorang muslim. Kafarat biasanya dilakukan dengan cara tertentu sebagai bentuk taubat dan pembersihan diri dari dosa. Konsep ini tidak hanya mencerminkan keadilan Allah SWT, tetapi juga menunjukkan kasih sayang-Nya yang memberikan jalan bagi hamba-Nya untuk kembali ke jalan yang benar. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang pengertian kafarat, jenis-jenisnya, serta dalil-dalil yang mendasarinya. Pengertian Kafarat Kafarat secara bahasa berasal dari kata “kafara” yang berarti menutupi atau menghapus. Secara istilah, kafarat adalah tindakan atau amalan tertentu yang diwajibkan oleh syariat Islam untuk menutupi atau menghapus dosa yang dilakukan oleh seorang muslim. Kafarat ini bertujuan untuk membersihkan diri dari kesalahan dan mengembalikan keseimbangan spiritual setelah melakukan pelanggaran tertentu. Kafarat berbeda dengan denda atau hukuman biasa karena ia memiliki dimensi spiritual yang kuat. Melalui kafarat, seorang muslim tidak hanya membersihkan diri dari dosa, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kafarat juga menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan rahmat dan memberikan jalan bagi umatnya untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Jenis-jenis Kafarat Kafarat dalam Islam memiliki beberapa jenis, tergantung pada jenis kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan. Berikut adalah beberapa jenis kafarat yang dikenal dalam syariat Islam: 1. Kafarat Sumpah Kafarat sumpah adalah kafarat yang diwajibkan bagi seseorang yang melanggar sumpah yang telah diucapkannya. Misalnya, seseorang bersumpah untuk tidak melakukan sesuatu, tetapi kemudian melanggarnya. Dalam hal ini, ia diwajibkan membayar kafarat. Dalil tentang kafarat sumpah terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 89: “Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Maka kafarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasa tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Maidah: 89) Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa kafarat sumpah dapat dilakukan dengan tiga cara: memberi makan sepuluh orang miskin, memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang budak. Jika seseorang tidak mampu melakukan ketiga hal tersebut, maka ia dapat menggantinya dengan berpuasa selama tiga hari. 2. Kafarat Dzihar Dzihar adalah suatu perbuatan di mana seorang suami menyamakan istrinya dengan ibunya, misalnya dengan mengatakan “Kamu seperti punggung ibuku.” Perbuatan ini dianggap sebagai perbuatan yang tidak pantas dan dilarang dalam Islam. Jika seorang suami melakukan dzihar, maka ia diwajibkan membayar kafarat sebelum boleh kembali berhubungan dengan istrinya. Dalil tentang kafarat dzihar terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Mujadalah ayat 2-4: “Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka jika dia tidak mampu (puasa), maka (wajib atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Yang demikian itu agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksa yang sangat pedih.” (QS. Al-Mujadalah: 2-4) Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa kafarat dzihar dapat dilakukan dengan memerdekakan seorang budak. Jika seseorang tidak mampu melakukannya, maka ia dapat menggantinya dengan berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika ia masih tidak mampu, maka ia dapat memberi makan enam puluh orang miskin. Baca juga : Cara Melunasi Utang Puasa Sebelum Ramadan: Panduan Lengkap 3. Kafarat Pembunuhan Kafarat pembunuhan diwajibkan bagi seseorang yang melakukan pembunuhan secara tidak sengaja. Pembunuhan secara tidak sengaja ini bisa terjadi karena kelalaian atau ketidaksengajaan, misalnya dalam kecelakaan. Dalil tentang kafarat pembunuhan terdapat dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 92: “Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa tidak mendapatkan (hamba sahaya), maka hendaklah ia berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai tobat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa: 92) Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa kafarat pembunuhan tidak sengaja dapat dilakukan dengan memerdekakan seorang budak yang beriman. Jika seseorang tidak mampu melakukannya, maka ia dapat menggantinya dengan berpuasa selama dua bulan berturut-turut. 4. Kafarat Hubungan Intim di Bulan Ramadhan Kafarat ini diwajibkan bagi pasangan suami istri yang melakukan hubungan intim di siang hari bulan Ramadhan. Pelanggaran ini dianggap serius karena melanggar kesucian bulan Ramadhan. Dalil tentang kafarat hubungan intim di bulan Ramadhan terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata, ‘Celakalah aku, wahai Rasulullah!’ Nabi bertanya, ‘Apa yang membuatmu celaka?’ Laki-laki itu menjawab, ‘Aku telah menyetubuhi istriku di siang hari bulan Ramadhan.’ Nabi SAW bersabda, ‘Bebaskanlah seorang budak.’ Laki-laki itu berkata, ‘Aku tidak mampu.’ Nabi SAW bersabda, ‘Berpuasalah dua bulan berturut-turut.’ Laki-laki itu berkata, ‘Aku tidak mampu.’ Nabi SAW bersabda, ‘Berilah makan enam puluh orang miskin.’ Laki-laki itu berkata, ‘Aku tidak mampu.’ Kemudian Nabi SAW memberikan kepadanya satu wadah kurma dan bersabda, ‘Sedekahkanlah ini.’ Laki-laki itu berkata, ‘Apakah kepada orang yang lebih miskin dari kami? Tidak ada di antara kedua bukit ini (Madinah) keluarga yang lebih miskin dari kami.’ Maka Nabi SAW tertawa hingga terlihat gigi taringnya, lalu bersabda, ‘Pergilah dan berilah makan keluargamu.’” (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam hadis ini, Nabi SAW menjelaskan bahwa kafarat hubungan intim di bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan memerdekakan seorang budak. Jika seseorang tidak mampu melakukannya, maka ia dapat menggantinya dengan berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika ia masih tidak mampu, maka ia dapat memberi makan enam

Kafarat dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Dalil Al-Qur’an yang Wajib Diketahui Read More »

Lazisnur Launching Program Bogor Tersenyum di SDN Kedung Waringin 1

Lazisnur dan RSIK Launching Program “Bogor Tersenyum”: Edukasi Lingkungan dan Sedekah Minyak Jelantah di SD Negeri Kedung Waringin 1 Kabupaten Bogor, 20 Januari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi muda, Lazisnur bekerja sama dengan RSIK ( Rumah Sosial Kutub ) meluncurkan program “Bogor Tersenyum”. Program ini secara resmi diluncurkan di SD Negeri Kedung Waringin 1, Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Program “Bogor Tersenyum” bertujuan menyelamatkan lingkungan melalui pengelolaan minyak jelantah menjadi sumber kebaikan. Selain berfokus pada aspek pelestarian lingkungan, program ini juga dirancang untuk membangun kebiasaan bersedekah sejak usia dini. Misi Menyelamatkan Lingkungan dan Masa Depan Minyak jelantah, yang sering kali dianggap limbah rumah tangga, memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Melalui program ini, Lazisnur dan RSIK ingin mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, mengenai dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan jika dibuang sembarangan. Pada kegiatan ini, siswa-siswi SD Negeri Kedung Waringin 1 diajarkan cara mengumpulkan minyak jelantah dari rumah masing-masing ada 860 siswa yang siap berpartisipasi dalam program ini. Minyak yang terkumpul kemudian akan di kelola oleh Lazisnur yang bekerja sama dengan RSIK untuk diolah menjadi Biodiesel, dan dari hasil konversi sedekah minyak jelantah digunakan untuk kegiatan sekolah seperti mendukung program santunan pendidikan, program keislaman,  kesehatan, atau bantuan kemanusiaan. Edukasi Bersedekah Sejak Usia Dini Program “Bogor Tersenyum” juga bertujuan membangun karakter anak-anak agar terbiasa bersedekah. Dengan cara sederhana seperti mengumpulkan minyak jelantah, anak-anak dapat memahami bahwa sedekah tidak selalu membutuhkan harta yang besar. Hal ini sesuai dengan visi Lazisnur untuk mengajarkan nilai-nilai keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kepala sekolah SD Negeri Kedung Waringin 1 Bapak Abdul Syukur, M.Pd. menyambut baik inisiatif ini dan mendukung penuh, beliau juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi sekolah lain. Baca juga : Lazisnur dan Jariyahku Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah di Desa Lembur Sawah Kabupaten Sukabumi Seremoni Launching Program Acara launching program “Bogor Tersenyum” berlangsung dengan penuh antusiasme. Dihadiri oleh jajaran manajemen Lazisnur, kepala sekolah, guru, serta komite sekolah, kegiatan dimulai dengan sambutan dari Direktur Program Lazisnur, yang menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga sosial, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan perubahan yang positif. “Kami berharap program ‘Bogor Tersenyum’ dapat menjadi titik awal dari gerakan besar yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menyelamatkan lingkungan dan menumbuhkan kebiasaan bersedekah,” ujar Direktur Utama Lazisnur Bapak Hadi Saptiono. Ditempat terpisah direktur Marketing Lazisnur Yusuf Cakhyono menyampaikan bahwa hari ini adalah langkah kecil kita untuk menyiapkan generasi 10 20 tahun mendatang yang cepat atau lambat akan merasakan dampak lingkungan, hari ini kita memulai langkah menyelamatkan mereka dari pencemaran air dan juga lingkungan. Siswa-siswi SD Negeri Kedung Waringin 1 terlihat sangat antusias. Mereka membawa minyak jelantah di botol air mineral dan juga dengan plastik. Program “Bogor Tersenyum” direncanakan akan diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah Bogor dan sekitarnya, dengan harapan menjangkau lebih banyak anak-anak dan masyarakat. Lazisnur dan RSIK juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada sekolah-sekolah mitra, termasuk melalui pelatihan dan evaluasi kegiatan. Lazisnur dan RSIK mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program “Bogor Tersenyum” dengan cara sederhana namun bermakna, seperti mengumpulkan minyak jelantah di rumah masing-masing. Dengan langkah kecil ini, kita dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan membantu sesama yang membutuhkan. Mari bersama-sama wujudkan Bogor yang tersenyum, melalui kepedulian lingkungan dan semangat berbagi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Lazisnur melalui kanal komunikasi resmi kami.

Lazisnur Launching Program Bogor Tersenyum di SDN Kedung Waringin 1 Read More »

Lazisnur dan Jariyahku Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah di Desa Lembur Sawah Kabupaten Sukabumi

Bogor 16 januari 2025, Berlokasi di Desa Lembur Sawah, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi — Lazisnur bersama Jariyahku menyalurkan bantuan berupa peralatan sekolah kepada anak-anak di Desa Lembur Sawah, Kecamatan Sagaranten. Penyerahan bantuan dilaksanakan di mushola darurat di lokasi pengungsian. Sebanyak 74 paket bantuan diberikan kepada siswa SD, SMP, dan SMA. Paket ini berisi, buku tulis, alat tulis.  Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Utama Lazisnur, Bapak Hadi Saptiono. Acara ini juga dihadiri Direktur Jariyahku, Bapak Tepi Ramadhan, Kepala Dusun, dan tokoh masyarakat setempat. Bantuan ini terwujud berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk SDIT Nahwanur, SMPIT Nahwanur, warga Perumahan Visar Cibinong, serta para donatur setia Lazisnur yang selalu berkontribusi dalam program-program kemanusiaan. Selain di Desa Lembur Sawah Paket peralatan sekolah juga didistribusikan ke tempat terdampak bencana yang lain, diantaranya di Desa Sirnasari, Bantarsari, Darmawangi, Simpang, Cibitung, Surade. Total ada 242 paket yang akan didistribusikan. Dukungan untuk Anak-Anak Terdampak Bapak Hadi Saptiono menyampaikan, “Anak-anak adalah masa depan kita. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat mereka untuk terus belajar meski dalam kondisi sulit.” Bapak Tepi Ramadhan menambahkan, “Kolaborasi seperti ini adalah cara efektif untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Kami berkomitmen mendukung program-program serupa ke depannya.” Ucapan Terima Kasih dari Warga Kepala Dusun Desa Lembur Sawah menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak di wilayah mereka. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Anak-anak kini lebih bersemangat untuk belajar,” katanya. Seorang siswa penerima bantuan, Rina, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga Allah membalas kebaikan semua pihak yang telah membantu kami,” ujarnya. Baca juga : Lazisnur Terjunkan 5 Relawan 1 Unit Ambulance, Bantu Korban Banjir Sukabumi

Lazisnur dan Jariyahku Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah di Desa Lembur Sawah Kabupaten Sukabumi Read More »

Scroll to Top