Hijrah Nggak Harus Drastis: Ini 7 Langkah Kecil Tapi Konsisten Menuju Kebaikan

Hijrah bukan hanya tentang pindah tempat, berganti pakaian, atau langsung menghapus masa lalu. Hijrah sejatinya adalah perubahan ke arah kebaikan, yang bertahap namun istiqamah. Di era media sosial, banyak orang merasa harus tampil sempurna dalam berhijrah—langsung berjubah, menghapus semua konten lama, dan menuntut diri menjadi “alim” dalam semalam. Padahal, Islam tidak memaksa perubahan instan. Dalam Islam, proses itu dihargai.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 7 langkah kecil dan realistis dalam memulai hijrah, khususnya untuk kamu yang sedang mencari jalan kembali kepada Allah, namun tidak tahu harus mulai dari mana. Artikel ini menggabungkan panduan agama, pendekatan kekinian, serta referensi dari sumber terpercaya agar kamu bisa memulai hijrah tanpa beban.


1. Mulai dengan Niat yang Benar dan Jujur

Hijrah bukan soal tren. Bukan juga demi pengakuan. Awali dengan niat yang tulus karena Allah semata.

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat adalah pondasi. Tanpa niat yang lurus, hijrah bisa berubah menjadi pencitraan. Niatkan untuk memperbaiki diri, mendekat kepada Allah, dan meninggalkan keburukan karena ingin rida-Nya.


2. Tegakkan Shalat 5 Waktu, Mulai dari yang Kamu Mampu

Shalat adalah tiang agama. Jika shalat belum tegak, ibarat rumah tanpa fondasi. Tapi jangan putus asa jika belum bisa langsung sempurna.

Mulailah dari:

  • Mengerjakan 1–2 shalat tepat waktu
  • Perlahan-lahan belajar memahami arti bacaan shalat
  • Menjaga wudhu dan kebersihan diri

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103)

Langkah kecil seperti menjaga shalat Subuh atau Isya tepat waktu adalah permulaan hijrah yang sangat kuat.


3. Bersihkan Circle Pertemanan Digitalmu

Media sosial bisa menjadi sumber kebaikan atau keburukan. Jika ingin hijrah, penting untuk menyaring siapa yang kamu ikuti.

Langkah konkrit:

  • Unfollow akun yang menampilkan aurat, gibah, atau konten negatif
  • Follow akun kajian Islam, murottal, atau motivasi islami
  • Bergabung dalam grup WhatsApp atau Telegram Islami

Hadis Rasulullah SAW:

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaklah kalian melihat siapa yang dijadikan teman.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Circle digital kita sangat memengaruhi apa yang masuk ke pikiran dan hati setiap hari.

Baca Juga: Mengenal Toxic Hijrah: Ketika Hijrah Justru Membuatmu Merasa Paling Benar


4. Mulai Baca Al-Qur’an, Meski Satu Ayat Sehari

Banyak yang ingin mulai mengaji tapi takut karena belum lancar. Islam tidak membebani. Bahkan orang yang terbata-bata membaca Al-Qur’an mendapat dua pahala.

“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan, maka ia mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mulailah dengan 1 ayat, setiap hari. Download aplikasi Qur’an digital, atau tonton murottal 1 menit. Kebaikan dimulai dari keterbiasaan.


5. Perbaiki Akhlak di Dunia Nyata

Banyak yang fokus hijrah secara tampilan (baju, caption islami, dll) tapi lupa memperbaiki akhlak:

  • Tetap kasar pada orang tua
  • Menyakiti pasangan dengan kata-kata
  • Memandang remeh orang yang belum berhijrah

Padahal Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Akhlak adalah indikator kualitas hijrahmu. Semakin lembut, sabar, dan jujur kamu, semakin dalam proses hijrahmu.


6. Pelajari Islam Sedikit demi Sedikit, Tapi Rutin

Jangan merasa harus langsung hafal semua fiqih dan hadis. Cukup belajar 5–10 menit sehari. Ada banyak sumber terpercaya:

  • Podcast: Kajian Ust. Hanan Attaki, Ust. Adi Hidayat, Usta Abdusshomad, Ust Lukmanul Hakim
  • YouTube: MQ TV,
  • Buku pemula: Bekal Hijrah (Salim A. Fillah), Tazkiyatun Nafs (Imam Ghazali)

Rasulullah SAW bersabda:

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling rutin meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Konsistensi lebih penting dari kuantitas besar yang tak bertahan lama.


7. Kurangi Musik, Perbanyak Murottal

Musik adalah topik hijrah yang sensitif. Tapi bagi yang ingin bertahap, tidak harus langsung membuang semua playlist.

Mulailah mengganti sebagian lagu dengan murottal, nasyid islami, atau podcast dakwah. Dengarkan saat nyetir, beres-beres, atau istirahat.

“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan lahwal hadits (perkataan yang tidak berguna) untuk menyesatkan dari jalan Allah…” (QS. Luqman: 6) — ditafsirkan oleh sebagian ulama sebagai musik yang melalaikan.

Hijrah bukan berarti kehilangan hiburan, tapi mengarahkan hiburan kepada hal yang mendekatkan diri kepada Allah.


Mengapa Hijrah Itu Perlu Bertahap?

Dalam Al-Qur’an, ada konsep bernama tadarruj, yaitu perubahan yang bertahap. Contohnya:

  • Larangan khamar (minuman keras) tidak turun langsung, tapi bertahap dalam tiga fase
  • Rasulullah membina umat selama 13 tahun secara bertahap di Makkah, sebelum turun perintah syariat secara penuh di Madinah

Ini menandakan bahwa Allah tahu manusia butuh waktu dan proses. Jangan terburu-buru. Yang penting adalah niat dan istiqamah.


Tips Agar Tidak Kembali ke Masa Lalu

  1. Buat target sederhana (misal: hafal 1 surat dalam seminggu)
  2. Cari circle yang suportif, bukan yang menghukummu saat jatuh
  3. Evaluasi mingguan: tulis jurnal hijrah atau muhasabah tiap malam Jumat
  4. Jangan terlalu keras pada diri sendiri: jatuh itu biasa, yang penting bangkit lagi

Baca juga yang ini : Kenapa Banyak Orang Gagal Istiqamah Setelah Hijrah? Ini Jawaban dan Solusinya


Penutup: Kecil Tapi Konsisten = Kunci Hijrah Sejati

Hijrah bukan lomba lari cepat. Hijrah adalah perjalanan panjang. Mulailah dari yang kecil, seperti shalat tepat waktu, baca Qur’an 1 ayat, atau mengganti tontonan dengan yang lebih menenangkan hati.

Allah tidak menuntut kita langsung sempurna. Tapi Allah mencintai mereka yang terus berusaha.

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Semoga 7 langkah kecil ini bisa membantumu memulai hijrah dengan penuh cinta dan semangat. Yuk, mulai sekarang. Pelan-pelan, tapi istiqamah.


Referensi dan Sumber Valid:

  • Al-Qur’an: QS. An-Nisa:103, QS. An-Nahl:125, QS. Luqman:6, QS. Al-Ankabut:69
  • Hadis sahih: HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi
  • Buku Bekal Hijrah – Salim A. Fillah
  • Buku Tazkiyatun Nafs – Imam Al-Ghazali
  • Kajian YouTube: Ust. Adi Hidayat, Ust. Hanan Attaki, Rodja TV

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top