Bu Mariah kehilangan penglihatannya sejak kecil, akibat insiden tragis yang terjadi di rumahnya.
Sejak saat itu, gelap menjadi sahabat hidupnya. Tapi bukan berarti ia kehilangan cahaya dalam hatinya.
Kini, Bu Mariah hidup bersama dua anaknya—Mulki dan Kais—yang telah menjadi anak yatim.
Mulki baru lulus SMP dan kini bersekolah di SMK Mandiri Bojonggede, kabupaten Bogor, Jawa Barat. sementara Kais masih duduk di bangku kelas 5 SD. Dua anak laki-laki ini menjadi alasan Bu Mariah tetap kuat menjalani hari, meski hidup mereka serba terbatas.
Di balik keterbatasannya, Bu Mariah punya tekad besar:
“Anak-anakku harus sekolah setinggi-tingginya. Mereka tidak boleh hidup seperti saya.”
Namun perjuangan itu tidak mudah. Bu Mariah bekerja sebagai tukang pijat tunanetra, dengan penghasilan yang sangat tidak menentu. Kadang dalam sebulan hanya ada satu dua panggilan, kadang tidak ada sama sekali. Untuk makan, mereka sering mengandalkan bantuan beras atau sembako dari orang-orang baik hati.
Mereka tinggal di kontrakan dua petak yang sederhana, yang baru saja terkena banjir sehingga banyak barang rusak. Untungnya, berkat kebaikan pemilik kontrakan, Bu Mariah dibebaskan dari biaya sewa.
Lazisnur Hadir Membantu
Beberapa waktu lalu, tim Lazisnur mendatangi SMK Mandiri, tempat Mulki bersekolah. Namun saat itu, Mulki belum bisa masuk sekolah karena sedang sakit. Di Sekolah team Lazisnur bertemu dengan Bapak pengurus Yayasan.

Di sekolah, tim Lazisnur melunasi biaya sekolah Mulki untuk 1 semester , termasuk pembelian seragam dan Lembar Kerja Siswa (LKS), dengan total bantuan sebesar Rp 680.000. Tidak berhenti di situ, Lazisnur juga memberikan uang tunai untuk kebutuhan makan Mulki dan keluarganya di rumah, mengingat kondisi mereka yang sedang sulit pasca banjir.
Direktur Marketing Lazisnur, Yusuf Cakhyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur:
“Kami bersyukur dapat membantu Mulki. Bantuan ini adalah hasil dari kebaikan para donatur yang peduli. Semoga Allah membalas setiap rupiah yang diberikan dengan keberkahan tanpa batas.”
Mulki yang masih dalam masa pemulihan menyampaikan pesan singkat penuh haru:
“Terima kasih kepada semua yang sudah membantu. Saya akan belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan ibu.”
Mari Bantu Bu Mariah dan Anak-Anaknya
Sedekahmu hari ini bisa menjadi jalan bagi Mulki dan Kais untuk menggapai cita-cita.
Menjadi anak-anak hebat yang membanggakan ibunya dan membalas semua perjuangannya.

