Riba Zaman Now: Masalah Serius yang Terasa Ringan
Riba bukan sekadar istilah dalam kitab-kitab fiqih. Di dunia modern yang penuh dengan kemudahan digital, riba muncul dalam wujud baru yang lebih halus dan nyaris tak terasa—mulai dari fitur cicilan paylater, kartu kredit, hingga pinjaman online berbunga tinggi.
Bagi generasi milenial dan Gen Z yang hidup dalam era konsumtif, tantangan untuk menghindari riba menjadi semakin besar. Tapi bukan berarti tak mungkin dilakukan. Yuk, mulai “30 Hari Bebas Riba Challenge”: gerakan hijrah finansial agar hidup kita lebih berkah, tenang, dan sesuai syariat.
Apa Itu Riba dalam Islam?
Secara bahasa, riba berarti “tambahan”. Dalam Islam, riba adalah tambahan atau kelebihan dalam transaksi utang-piutang atau jual beli yang tidak sesuai syariat.
Dalil dari Al-Qur’an:
“…Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”
(QS. Al-Baqarah: 275)
“Jika kamu tidak melakukannya (meninggalkan riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.”
(QS. Al-Baqarah: 279)
Hadits tentang Riba:
Rasulullah SAW bersabda:
“Riba memiliki 73 pintu, yang paling ringan seperti seseorang menzinai ibunya sendiri.”
(HR. Al-Hakim)
“Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberi, penulisnya, dan kedua saksinya. Dan beliau bersabda: Mereka semua sama (dosanya).”
(HR. Muslim)
Bahaya Riba: Mengancam Dunia dan Akhirat
Diancam Perang oleh Allah dan Rasul-Nya
Menghilangkan Berkah dari Harta
Membawa Kesengsaraan Sosial dan Ekonomi
Menumbuhkan Sistem Ketimpangan
Menjauhkan dari Ketakwaan
Bentuk Riba yang Sering Tak Disadari
1. Paylater (BNPL)
Banyak platform menawarkan kemudahan beli sekarang bayar nanti, tapi disertai bunga atau denda. Ini adalah riba.
2. Kartu Kredit
Jika tak dibayar lunas, bunga yang dibebankan termasuk riba.
3. Pinjaman Online (Pinjol)
Umumnya memberikan bunga mencekik hingga puluhan persen per bulan.
4. Leasing Kendaraan dan Kredit Elektronik
Tambahan biaya yang dikenakan di luar harga pokok termasuk riba jika tidak menggunakan akad syariah.
5. KPR atau KTA Konvensional
Sistem bunga tetap dan mengambang dalam produk konvensional bukan bagian dari jual beli Islami.

Baca Juga: Terbongkar! Rahasia Hidup Tenang Tanpa Riba: Gaya Hidup Sederhana yang Bikin Rezeki Makin Berkah
30 Hari Bebas Riba Challenge
Hari 1–10: Kesadaran dan Evaluasi
Hari 1: Niat dan Doa
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari)
Niatkan untuk berhijrah dari riba karena Allah. Baca doa:
Allahumma inni a’udzu bika min al-riba, wa a’udzubika min ‘adzab al-qabr…
Hari 2: Audit Keuanganmu
Cek utang dan cicilan yang ada. Tandai mana yang mengandung riba.
Hari 3: Buat Catatan Keuangan
Buat daftar utang, aset, pemasukan, dan pengeluaran.
Hari 4: Belajar dari Ulama
Tonton kajian Buya Yahya, Ust. Erwandi Tarmizi, Ust. Adi Hidayat, dll.
Hari 5: Hapus Aplikasi Paylater dan Pinjol
Langkah pertama hijrah: uninstall aplikasi yang menjerumuskan.
Hari 6: Rancang Pelunasan Utang Ribawi
Buat strategi pelunasan bertahap. Bisa dijual aset, tambah penghasilan.
Hari 7: Baca QS. Al-Baqarah: 275–281
Resapi makna dan ancaman bagi pelaku riba.
Hari 8: No Shopping Day!
Latih diri untuk menahan keinginan belanja impulsif.
Hari 9: Ganti Mindset “Beli Kalau Ada Uang”
Biasakan menabung dan membeli sesuai kemampuan.
Hari 10: Ikut Webinar Keuangan Syariah
Bisa dari DSN MUI, OJK Syariah, atau komunitas hijrah.
Hari 11–20: Perubahan Gaya Hidup
Hari 11: Ajak Teman atau Keluarga
Hijrah lebih ringan bersama komunitas.
Hari 12: Evaluasi Kartu Kredit
Pertimbangkan menutup jika sulit dikontrol.
Hari 13: Bangun Dana Darurat
Agar tidak tergoda pinjol di saat genting.
Hari 14: Tahan Gaya Hidup Pamer
Jangan beli karena ingin tampil mewah.
Hari 15: Sedekah Hari Ini
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” (QS. Al-Baqarah: 276)
Hari 16: Baca Kisah Hijrah Finansial
Banyak cerita di YouTube tentang keberanian hijrah dari riba.
Hari 17: Stop Cicilan Gadget dan Gaya Hidup
Prioritaskan kebutuhan pokok.
Hari 18: Jual Barang Tak Terpakai
Gunakan hasil penjualan untuk lunasi utang.
Hari 19: Pelajari Investasi Halal
Seperti emas, reksadana syariah, dan properti tanpa bunga.
Hari 20: Perbanyak Doa Minta Keluar dari Riba
Doa adalah kekuatan utama hijrah.
Baca juga: Bebas Riba, Tenang Menjelang Pensiun: Strategi Keuangan Islami untuk Usia 40-an
Hari 21–30: Komitmen dan Konsistensi
Hari 21: Pelajari Akad Syariah
Pahami istilah: murabahah, ijarah, mudharabah, musyarakah.
Hari 22: Buat Komitmen Pribadi
Tulis alasan dan tujuan hijrah bebas riba.
Hari 23: Evaluasi Budget Bulanan
Minimalisir pengeluaran konsumtif.
Hari 24: Follow Akun Edukasi Syariah
Contoh: @halalcorner, @rumahfiqih, @ustadzadihidayat
Hari 25: Buat Daftar Belanja Prioritas
Bedakan keinginan dan kebutuhan.
Hari 26: Edukasi Keluarga
Bicarakan risiko riba dengan pasangan atau orang tua.
Hari 27: Tonton Film Islami Inspiratif
Contoh: Hijrah Cinta, 99 Cahaya di Langit Eropa
Hari 28: Gabung Komunitas Hijrah Finansial
Lingkungan mendukung sangat penting.
Hari 29: Istighfar dan Muhasabah
Evaluasi progres, berdoa mohon ampunan.
Hari 30: Syukuri Perjalananmu
Apresiasi diri. Progres kecil tetap berarti di mata Allah.
Testimoni Hijrah Finansial
“Setelah menutup kartu kredit dan paylater, saya lebih tenang. Rezeki datang dari arah yang tak disangka.” — Rina (28)
“Dulu saya punya 6 pinjol. Alhamdulillah sekarang lunas dan saya belajar dari nol jualan makanan.” — Dede (30)
Tips Tambahan Agar Konsisten
Hindari lingkungan konsumtif
Pakai cash atau debit
Evaluasi mingguan anggaran
Ikut kelas literasi keuangan syariah
Jadikan minimalisme sebagai gaya hidup Islami
Penutup: Lebih Tenang, Lebih Berkah, Bebas Riba
Hijrah dari riba adalah salah satu bentuk jihad pribadi di era modern. Riba memang menawarkan jalan pintas, tapi penuh jebakan. Allah menjanjikan rezeki yang berkah bagi mereka yang meninggalkannya.
“Barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.”
(HR. Ahmad)
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Siap ikut tantangan ini? Ajak teman, keluarga, dan komunitas. Sebarkan #30HariBebasRibaChallenge. Saatnya hijrah finansial dan bangun kehidupan yang lebih Islami!
Referensi:
Al-Qur’an: QS. Al-Baqarah ayat 275–281, QS. Al-Baqarah ayat 286
Hadits: HR. Muslim, HR. Ahmad, HR. Al-Hakim, HR. Bukhari
Buku: Harta Haram Muamalat Kontemporer – Ust. Erwandi Tarmizi
Kajian Buya Yahya: YouTube
Akun edukasi: @halalcorner, @rumahfiqih, @ustadzadihidayat
