Makanan Siap Saji untuk Gaza: Menguatkan Harapan di Tengah Musim Dingin dan Genosida
Bogor, Di tengah kehancuran yang belum berakhir, rakyat Palestina di Jalur Gaza terus berjuang mempertahankan hidup. Blokade berkepanjangan, kerusakan infrastruktur, serta situasi keamanan yang tidak menentu telah membuat jutaan warga kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama makanan. Kondisi ini semakin berat ketika Gaza memasuki musim dingin, di mana kebutuhan pangan yang layak dan siap konsumsi menjadi semakin mendesak. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan, LAZISNUR kembali menyalurkan bantuan melalui Program Makanan Siap Saji yang dilaksanakan pada 16 Desember 2025 di Kamp Pengungsian Al Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza Selatan. Program ini menjangkau 1.600 jiwa penerima manfaat, yang mayoritas merupakan keluarga pengungsi korban genosida dan kehancuran tempat tinggal mereka. Gaza dalam Kepungan Krisis Kemanusiaan Jalur Gaza saat ini berada dalam kondisi darurat kemanusiaan yang sangat serius. Akses logistik yang terbatas menyebabkan pasokan makanan, air bersih, obat-obatan, dan bahan bakar menjadi sangat minim. Banyak fasilitas umum seperti pasar, dapur komunitas, dan jalur distribusi rusak atau tidak dapat berfungsi secara normal. Keluarga-keluarga yang sebelumnya hidup mandiri kini terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi serba terbatas. Tidak sedikit dari mereka yang hanya mampu makan satu kali dalam sehari, bahkan harus berbagi satu porsi makanan untuk beberapa anggota keluarga. Anak-anak, perempuan, dan lansia menjadi kelompok paling rentan dalam situasi ini. Masuknya musim dingin semakin memperparah keadaan. Suhu yang lebih rendah menuntut asupan energi yang cukup agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Namun di sisi lain, keterbatasan alat memasak, bahan bakar, dan bahan pangan membuat banyak keluarga tidak mampu menyiapkan makanan sendiri. Makanan Siap Saji sebagai Solusi di Situasi Darurat Melihat kondisi tersebut, Program Makanan Siap Saji menjadi salah satu bentuk bantuan paling relevan dan dibutuhkan. Program ini dirancang khusus untuk kondisi darurat, dengan mempertimbangkan keterbatasan fasilitas memasak di kamp pengungsian. Pada penyaluran kali ini, bantuan yang diberikan berupa Nasi Rempah, makanan siap santap yang: Mudah dikonsumsi tanpa perlu dimasak ulang Mengandung asupan energi untuk menunjang aktivitas harian Aman dan sesuai dengan kondisi lapangan Dapat langsung dibagikan kepada pengungsi Bagi para pengungsi, satu kotak makanan siap saji bukan sekadar santapan. Ia adalah bentuk kepedulian, penguat semangat, dan harapan kecil di tengah ketidakpastian hidup yang terus membayangi. Lokasi Penyaluran: Kamp Pengungsian Al Mawasi Kamp pengungsian Al Mawasi di wilayah Khan Younis, Gaza Selatan, menjadi salah satu titik konsentrasi pengungsi terbesar akibat eskalasi kekerasan yang berkepanjangan. Ribuan keluarga tinggal di tenda-tenda darurat dengan fasilitas yang sangat terbatas, tanpa kepastian kapan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing. Distribusi bantuan dilakukan secara langsung ke tenda-tenda pengungsian, untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Metode ini dipilih guna menjaga ketertiban, meminimalisir kerumunan, serta menyesuaikan dengan kondisi keamanan yang tidak menentu. Profil Penerima Manfaat Penerima manfaat program ini adalah: Keluarga pengungsi di Gaza Selatan Korban genosida dan kehancuran wilayah tempat tinggal Masyarakat yang kehilangan mata pencaharian Anak-anak, perempuan, dan lansia yang hidup dalam kondisi rentan Sebagian besar dari mereka telah berbulan-bulan hidup dalam pengungsian. Bantuan makanan siap saji menjadi kebutuhan utama untuk menjaga ketahanan fisik agar mereka mampu bertahan menghadapi hari-hari yang sulit. Lebih dari Sekadar Makanan Distribusi makanan siap saji ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga untuk: Menjaga ketahanan fisik warga pengungsi Mengurangi risiko kelaparan dan kelelahan Memberikan dukungan moral dan psikologis Menguatkan harapan di tengah krisis berkepanjangan Setiap paket makanan yang dibagikan membawa pesan solidaritas dari masyarakat Indonesia kepada saudara-saudara kita di Palestina. Dukungan Donatur: Amanah yang Menjadi Harapan Program Makanan Siap Saji untuk Gaza ini dapat terlaksana berkat dukungan dan kepedulian para donatur yang telah menitipkan amanah kemanusiaannya melalui LAZISNUR. Bantuan ini merupakan wujud nyata solidaritas lintas generasi dan lintas lembaga untuk kemanusiaan. Di antara pihak yang turut berkontribusi dalam program ini adalah: SDIT Nahwanur RA Semut Bojonggede Amru Muhammad Hafidz Ahza Muhammad Yahya Azhar Muhammad Yahya Serta para donatur LAZISNUR lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu Kontribusi dari lembaga pendidikan, keluarga, dan individu ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap Palestina tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat. LAZISNUR menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur atas kepercayaan yang diberikan. Semoga setiap kebaikan yang disalurkan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan, dan menjadi penolong di hari akhir kelak. Penutup: Terus Menjadi Bagian dari Harapan Gaza Krisis kemanusiaan di Gaza belum berakhir. Kebutuhan pangan dan bantuan darurat masih sangat besar, sementara warga pengungsi terus berjuang bertahan dalam keterbatasan. Program Makanan Siap Saji ini adalah bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan harapan dan menjaga ketahanan hidup saudara-saudara kita di Palestina. LAZISNUR akan terus berkomitmen menyalurkan bantuan yang amanah, tepat sasaran, dan berorientasi pada kemaslahatan. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi bukti bahwa kemanusiaan tidak pernah diam, dan harapan selalu menemukan jalannya. #PeduliGaza #MakananSiapSajiGaza #LAZISNUR #SolidaritasKemanusiaan


