Gandeng Pendongeng, Lazisnur Gelar Roadshow Berkisah Maulid Nabi RA di Kabupaten Bogor
Bogor — Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini hadir dengan warna yang berbeda di sejumlah sekolah Raudhatul Athfal (RA) di Bogor. Lazisnur menggelar program roadshow berkisah (mendongeng) yang menyasar anak-anak usia dini sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW, dengan menggandeng 4 pendongeng profesional untuk mengisi acara di delapan RA yang tersebar di beberapa titik wilayah Bogor.
Roadshow ini bukan sekadar hiburan — melainkan media edukasi nilai-nilai keislaman yang ramah anak. Melalui kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dengan gaya bercerita interaktif, anak-anak diharapkan mengenal sosok teladan mereka sejak dini, sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna.
Mendekatkan Sirah Nabawiyah kepada Generasi Cilik
Selama ini, materi sirah nabawiyah kerap disampaikan lewat ceramah atau bacaan teks yang monoton bagi anak usia RA (4–6 tahun). Lazisnur menghadirkan pendekatan baru yang sesuai dunia anak: seni mendongeng.
Metode dongeng dipilih karena efektif merangsang imajinasi, membangun kedekatan emosional, dan menanamkan pesan moral tanpa terasa menggurui. Anak-anak diajak membayangkan suasana Mekah dan Madinah di masa kelahiran dan masa kecil Nabi, mengenal keteladanan akhlak beliau, hingga memahami kesabaran dan kasih sayang yang menjadi ciri khas kepribadian Rasulullah. Pendekatan multisensori ini membuat pesan lebih membekas dibanding metode konvensional.
Delapan RA Turut Meriahkan Rangkaian Maulid
Pemilihan sekolah diarahkan untuk memperluas manfaat program keagamaan-pendidikan kepada lembaga pendidikan anak usia dini berbasis Islam — khususnya di lingkungan masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan dukungan kegiatan edukatif tambahan.
Sinergi Lazisnur & Pendongeng untuk Dakwah yang Menyentuh
Kolaborasi lembaga zakat dengan seniman pendongeng mencerminkan fleksibilitas syiar Islam di tengah masyarakat. Lazisnur selama ini dikenal lewat pendayagunaan zakat, infaq, dan sedekah di bidang pendidikan, sosial kemanusiaan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah — roadshow ini menjadi bentuk perluasan ke ranah dakwah kreatif yang menyasar segmen usia dini.
Keempat pendongeng yang digandeng berpengalaman membawakan cerita bertema keislaman untuk anak, sehingga sirah nabawiyah tersampaikan tepat sasaran, tidak kaku, namun tetap menjaga kesahihan nilai. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara lembaga filantropi Islam dan pegiat seni bercerita.
Menanamkan Kecintaan pada Rasulullah Sejak Dini
Maulid Nabi pada dasarnya momentum mengingat kembali perjalanan hidup, perjuangan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW. Namun, penanaman kecintaan kepada beliau idealnya dimulai sedini mungkin, agar nilai keteladanan tertanam kuat hingga dewasa kelak.
Melalui roadshow ini, Lazisnur menghadirkan Maulid bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana pembentukan karakter anak — kisah yang menyenangkan akan membekas lebih lama di ingatan dibanding ceramah formal. Program ini sekaligus menjadi ikhtiar menghidupkan kembali tradisi mendongeng yang kini mulai tergeser gawai dan tontonan digital, mengembalikan kehangatan interaksi tatap muka dalam pembelajaran nilai agama.
Harapan Keberlanjutan Program
Menyambut respons hangat sekolah, guru, dan anak-anak di kedelapan RA, Lazisnur berencana terus mengembangkan program serupa pada momentum keagamaan lain — tidak menutup kemungkinan merambah jenjang TK hingga awal Sekolah Dasar, dengan kisah keislaman yang disesuaikan kebutuhan usia peserta.
